PADANG PANJANG, POLIKATA.COM – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang pada Sabtu (25/4/2026). Ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah tampak menyemut, memenuhi setiap sudut ruang masjid hingga ke pelataran untuk menyimak untaian ilmu dari pendakwah nasional, Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Kehadiran ustaz lulusan Universitas Islam Madinah ini merupakan bagian dari rangkaian Tablig Akbar dan Safari Dakwah yang mengusung tema mendalam: “Mengimani Takdir”.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, yang hadir didampingi Asisten I Setdako, I Putu Venda, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme luar biasa masyarakat. Menurut Allex, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan fondasi penting dalam membangun karakter warga.
“Pemerintah Kota berkomitmen menjadikan nilai keagamaan sebagai ruh pembangunan. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki ketahanan iman yang kokoh di tengah dinamika zaman,” ujar Allex dalam sambutannya.
Ia berharap, kajian ini menjadi momentum bagi warga untuk memperbaiki diri sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiyah di “Kota Serambi Mekkah” tersebut.
Memasuki inti kajian, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menekankan poin krusial mengenai sikap seorang mukmin terhadap ketetapan Allah. Ia mengingatkan jemaah untuk berhenti terjebak dalam penyesalan masa lalu dengan kata “andai”.
“Tidak ada gunanya berandai-andai atas apa yang sudah terjadi. Semua telah tertulis di Lauh Mahfuz, bahkan sebelum langit dan bumi diciptakan,” tegasnya di hadapan jemaah yang menyimak dengan penuh kekhusyukan.
Ustaz Syafiq juga memberikan perspektif menarik mengenai tiket menuju surga. Ia menjelaskan bahwa amal saleh manusia—seberapa banyak pun itu—masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan nikmat surga yang abadi.
“Amal saleh adalah bentuk ketaatan dan jalan kita menjemput rida-Nya. Namun pada akhirnya, rahmat Allah-lah yang melayakkan seseorang melangkah masuk ke dalam surga,” tambahnya.
Hingga akhir acara, suasana tetap tertib meski massa membeludak. Tablig akbar ini sukses menjadi oase spiritual bagi masyarakat, memberikan pencerahan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern bahwa setiap peristiwa, baik suka maupun duka, berada dalam genggaman ilmu Allah yang maha luas.
Acara ini ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi para jemaah yang pulang membawa bekal ketenangan hati dalam menghadapi takdir. (red)












