BeritaHeadlineOlahragaSumatera Barat

Semen Padang di Ujung Tanduk! Kalah Telak dari Borneo FC, Ini Skenario Mustahil Kabau Sirah Lolos Degradasi

×

Semen Padang di Ujung Tanduk! Kalah Telak dari Borneo FC, Ini Skenario Mustahil Kabau Sirah Lolos Degradasi

Sebarkan artikel ini
SEMEN PADANG DI UJUNG TANDUK- Semen Padang FC menelan kekalahan 0-3 dari Borneo FC dalam laga lanjutan BRI Super League, Sabtu (25/4/2026) malam. Kekalahan ini membuat posisi Semen Padang FC di ujung tanduk. Dengan 4 kekalahan beruntun, mampukah tim kebanggaan Ranah Minang bangkit di 5 laga sisa?

SAMARINDA, POLIKATA.COM – Awan mendung kian pekat menyelimuti perjalanan Semen Padang FC dalam kompetisi BRI Liga 1 2025/2026. Kekalahan telak 0-3 dari tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026), bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan lonceng peringatan keras bagi tim kebanggaan warga Sumatera Barat yang kini berada di ambang degradasi.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Borneo FC yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri langsung mendominasi permainan. Semen Padang yang mengusung misi mencuri poin untuk keluar dari zona merah justru tampil gugup. Tiga gol tanpa balas yang bersarang di gawang “Kabau Sirah” menunjukkan adanya celah menganga di lini pertahanan mereka, terutama dalam mengantisipasi skema serangan balik dan bola mati.

Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam Semen Padang dengan menderita empat kekalahan beruntun. Kondisi ini membuat mentalitas para pemain dipertanyakan menjelang pekan-pekan krusial di akhir musim.

Semen Padang saat ini berada dalam kondisi kritis setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Borneo FC di Stadion Segiri pada Sabtu, 25 April 2026. Hasil ini semakin membenamkan tim berjuluk “Kabau Sirah” di zona degradasi dan memperkecil peluang mereka untuk bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Hingga pekan ke-29, Semen Padang tertahan di peringkat ke-17 dengan perolehan 20 poin. Mereka kini terpaut 7 poin dari batas aman zona degradasi yang dihuni Persis Solo (27 poin).

Kekalahan dari Borneo FC merupakan kekalahan keempat secara beruntun. Skuad asuhan Imran Nahumarury belum mampu memutus rantai hasil buruk dalam beberapa laga terakhir.

Baca Juga  Bersiap! Mulai 23 Februari, 85.000 Pelajar SD dan SMP se-Kota Padang Ikut Pesantren Ramadhan

Jelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2025/2026, kondisi Semen Padang dianalisis berada dalam tekanan psikologis dan teknis yang berat.

Minimnya suplai bola yang matang membuat lini depan kesulitan mencetak gol. Dalam laga melawan Borneo FC, kreativitas di sektor tengah dinilai sangat rendah.

Selain itu, absennya beberapa pilar penting akibat cedera (seperti Alhassan Wakaso) dan sanksi akumulasi kartu (Ravy Tsouka) sangat berdampak pada stabilitas permainan tim.

Saat ini, Semen Padang hanya menyisakan lima pertandingan lagi untuk berjuang keluar dari zona merah. Lawan-lawan berikutnya mencakup tim-tim tangguh seperti Madura United, Dewa United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta di partai pamungkas.

Meski pelatih menyatakan tim tidak akan menyerah, selisih poin yang cukup jauh menuntut Semen Padang untuk memenangkan hampir seluruh laga sisa sambil berharap tim di atasnya terpeleset.

Skenario Penyelamatan: Masih Adakah Harapan?

Dengan hanya menyisakan lima pertandingan lagi, jalan Semen Padang menuju keselamatan tampak sangat terjal. Mereka kini mengoleksi 20 poin, tertinggal jauh dari Persis Solo yang berada di peringkat ke-15.

Pelatih Imran Nahumarury tetap optimistis, meski mengakui timnya sedang dalam posisi sulit. “Kami tidak akan menyerah sampai matematika berkata lain. Fokus kami adalah memenangkan setiap laga sisa, dimulai dari pertandingan kandang berikutnya,” ujarnya usai laga di Samarinda.

Lawan-lawan berat sudah menanti di depan mata, termasuk tim papan atas seperti Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta. Jika tidak ada perubahan drastis dalam strategi dan semangat juang, ancaman kembali ke Liga 2 akan menjadi kenyataan pahit bagi publik sepak bola Padang.

Baca Juga  Andre Rosiade: GOR Haji Agus Salim Direkonstruksi Total, Lelang Rp400 M Dimulai Mei 2026

Peta Persaingan Papan Bawah (Hingga Pekan 29)

Peringkat 15 (Batas Aman): Persis Solo – 27 Poin

Peringkat 16: PSS Sleman – 25 Poin

Peringkat 17: Semen Padang – 20 Poin

Peringkat 18: Madura United – 18 Poin

Analisis Peluang di 5 Laga Sisa

Dengan maksimal 15 poin yang bisa diraih, poin tertinggi Semen Padang adalah 35 poin. Berikut adalah syarat wajibnya:

1. Syarat Poin Minimal: Semen Padang wajib meraih minimal 10-12 poin (3-4 kemenangan) dari 5 laga sisa untuk mencapai angka 30-32 poin.

2. Head-to-Head: Kabau Sirah harus memenangkan laga melawan rival langsung di zona bawah (seperti laga melawan Madura United) untuk memangkas jarak secara langsung.

3. Bergantung pada Tim Lain: Semen Padang harus berharap Persis Solo dan PSS Sleman terpeleset (kalah atau seri) di setidaknya 3 pertandingan mereka agar perolehan poin bisa terkejar.

Jadwal Sisa & Target Realistis

vs Madura United (Kandang): Wajib Menang.

vs Dewa United (Tandang): Target imbang sudah cukup baik, tapi kemenangan akan sangat krusial.

vs Persik Kediri (Kandang): Target 3 poin harga mati di Stadion H. Agus Salim.

vs Persebaya (Tandang): Laga sangat berat, curi 1 poin adalah prestasi besar.

vs Persija Jakarta (Kandang): Laga penentuan. Wajib poin penuh jika jarak poin masih tipis. (red)