PADANG, POLIKATA.COM— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kota Padang. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang dan petir melanda seluruh wilayah ibu kota Provinsi Sumatra Barat tersebut.
Berdasarkan pantauan radar cuaca, kondisi ini terjadi merata di 11 kecamatan, mulai dari Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, hingga Koto Tangah.
Menyikapi situasi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran langsung menginstruksikan seluruh jajaran kedaruratan untuk bersiaga penuh. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di titik-titik rawan. Warga juga diminta aktif memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik.
“Jajaran kedaruratan kita standby di lapangan, namun kami juga meminta masyarakat ikut meningkatkan kewaspadaan dan saling memantau lingkungan sekitar,” tegas Fadly Amran saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (14/5/2026).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan bahwa Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) terus memantau perkembangan cuaca secara real-time di seluruh pelosok kota. Hendri memberikan peringatan khusus kepada para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara di tengah guyuran hujan.
“Kami meminta para pengendara yang sedang dalam perjalanan untuk meningkatkan kehati-hatian. Hormati batas kecepatan karena jalanan sangat licin, dan waspadai potensi pohon tumbang akibat hembusan angin kencang,” ujar Hendri.
Pemerintah Kota Padang mengimbau warga untuk tetap tenang, membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, serta terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi. Jika masyarakat menghadapi atau melihat kejadian darurat akibat cuaca ekstrem ini, Pemko Padang meminta untuk segera menghubungi layanan darurat Call Center 112. (red)












