PADANG, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota Padang memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 melalui upacara tingkat kota yang digelar di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (1/10/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Maigus menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan peristiwa sejarah yang melatarbelakangi peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai bahan renungan. Nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong, menurutnya, harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.
“Persatuan merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Mari kita jadikan peristiwa sejarah ini sebagai bahan renungan dan terus memelihara rasa persaudaraan serta kebersamaan dalam membangun negeri,” ujar Maigus.
Upacara tersebut diselenggarakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. Sejumlah pejabat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, di antaranya Dandim 0312 Padang Letkol Inf Faiq Fahmi, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang.
Apresiasi Pengelola Sampah
Selain upacara, Pemko Padang memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat dan lembaga yang dinilai berkontribusi terhadap kebersihan, lingkungan, serta tata kelola wilayah melalui Padang Rancak Award Sesi 2 Tahun 2026.
Untuk kategori Lembaga Pengelola Sampah Terbaik, penghargaan diraih LPS Taman Asri, Kelurahan Lubuk Buaya. Pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.
Sementara itu, kategori Bank Sampah Terbaik diraih Bank Sampah Pondok Permai, Kelurahan Limau Manis Selatan, dengan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan sebesar Rp8 juta.
Penghargaan juga diberikan untuk kategori kewilayahan. RW 7 Kelurahan Lubuk Buaya ditetapkan sebagai RW Terbaik, sedangkan RT 3 Koto Lalang, Kelurahan Koto Lalang, meraih penghargaan sebagai RT Terbaik.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, serta mendukung pembangunan Kota Padang.
Enam Sekolah Raih Adiwiyata
Rangkaian penghargaan dilanjutkan dengan penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kota Padang Tahun 2026 kepada enam sekolah. Keenam sekolah tersebut adalah SDN 35 Pagambiran, SDN 22 Lubuk Minturun, SD Islam Kreatif Makkah, SDN 01 Ulak Karang, SDN 01 Lubuk Begalung, dan SMP Swasta Angkasa Padang
Masing-masing sekolah menerima uang pembinaan sebesar Rp4 juta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap sekolah yang menjalankan upaya pengelolaan lingkungan dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan pendidikan.
Tak berhenti di situ, Pemko Padang juga menyerahkan enam unit becak motor berwarna pink untuk mendukung aktivitas Bank Sampah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang operasional pengumpulan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP.
Melalui rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut, Pemko Padang tidak hanya menekankan pentingnya nilai sejarah dan persatuan, tetapi juga mengaitkannya dengan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong prestasi generasi muda.
Total apresiasi yang disebutkan dalam rangkaian kegiatan ini mencakup Rp18 juta untuk dua kategori utama Padang Rancak Award dan Rp24 juta uang pembinaan bagi enam sekolah Adiwiyata, di luar hadiah atau penghargaan pada kategori RW, RT, O2SN, serta enam unit becak motor. (*)











