BeritaDaerahPadang PanjangSumatera Barat

Unand Boyong Peserta Summer Course dari 4 Negara ke Kubu Gadang, Padang Panjang

×

Unand Boyong Peserta Summer Course dari 4 Negara ke Kubu Gadang, Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
SUMMER SOURCE- Desa Wisata Kubu Gadang di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang mendadak jadi pusat perhatian dunia. Sebanyak 37 peserta internasional dari program Summer Course 2026 Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memilih desa ini sebagai "laboratorium hidup" untuk mempelajari pembangunan pedesaan berkelanjutan, Kamis (16/4/2026).

PADANG PANJANG, POLIKATA.COM – Desa Wisata Kubu Gadang di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang mendadak jadi pusat perhatian dunia. Sebanyak 37 peserta internasional dari program Summer Course 2026 Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memilih desa ini sebagai “laboratorium hidup” untuk mempelajari pembangunan pedesaan berkelanjutan, Kamis (16/4/2026).

Para peserta yang berasal dari Gambia, Pakistan, Suriname, hingga China ini terjun langsung ke lapangan setelah sebelumnya mengikuti rangkaian teori di kampus. Selama dua hari (15–16 April), mereka membedah implementasi tema besar: “Gender Equality, Climate Change, and Rural Development”.

Bukan sekadar kunjungan bisa, para mahasiswa asing ini belajar banyak hal teknis, mulai dari praktik pertanian ramah lingkungan untuk menghadapi perubahan iklim, hingga peran krusial kaum perempuan dalam mengelola sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Baca Juga  Kurban Iduladha Padang Panjang 2026: 1.170 Kupon Daging Dibagikan, Warga Tanpa Kupon Tetap Dapat

Kehadiran mereka disambut hangat dengan prosesi adat khas Minangkabau oleh pemerintah setempat, niniak mamak, dan pengelola desa. Salah satu momen yang paling berkesan adalah tradisi Makan Bajamba. Tradisi makan bersama dalam satu talam ini bukan hanya soal kuliner, tapi juga simbol kesetaraan dan kebersamaan yang sangat relevan dengan isu gender yang mereka pelajari.

Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih autentik, para peserta menginap di homestay penduduk lokal. Interaksi langsung ini memungkinkan mereka melihat bagaimana teori akademik menyatu dengan realitas sosial budaya masyarakat Minangkabau.

Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septika, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah jembatan efektif antara dunia kampus dan kenyataan.

Baca Juga  Andre Rosiade Hadiri Undangan Diskusi BEM KM Unand, Jawab Kritik Mahasiswa Soal “Prabowo Pakak”, MBG hingga Infrastruktur Sumbar

“Peserta tidak hanya memahami teori di atas kertas, tapi melihat langsung bagaimana isu perubahan iklim dan kesetaraan gender dipraktikkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Padang Panjang memberikan apresiasi tinggi kepada Unand yang memilih Kubu Gadang sebagai lokasi pembelajaran internasional. Selain menjadi ajang transfer ilmu, kegiatan ini menjadi mesin promosi efektif untuk memperkenalkan potensi wisata Sumatera Barat ke kancah global.

Sebagai penutup yang manis, para peserta disuguhi atraksi memukau Tari Piriang Suluah. Kolaborasi apik antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut guna memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga desa. (red)