Banjir Mengintai, Pemko Padang dan BWS Sumatera V Keruk Banjir Kanal Kampung Lapai

Editor:

redaksi

Normalisasi Banjir Kanal Kampung Lapai Dikebut, Pemko Padang Tekan Risiko Banjir
PENGERUKAN SUNGAI — Pengerukan dan normalisasi aliran sungai di Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut, Kamis (1/10/2026). (FOTO: Dok. Humas Pemko Padang)

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Follow

PADANG, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat penanganan aliran sungai sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan rawan. Salah satunya melalui pengerukan dan normalisasi aliran sungai di Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo.

Penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pemko Padang dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Pengerukan dan normalisasi menjadi salah satu langkah tanggap bencana yang diusulkan Pemko Padang dan kemudian diakomodasi BWS Sumatera V.

Pemantauan pengerjaan dilakukan pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan dan banjir yang sebelumnya dirasakan masyarakat di kawasan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan Pemko Padang terus berkoordinasi dengan BWS Sumatera V dalam penanganan sejumlah titik aliran sungai yang membutuhkan pengerukan dan normalisasi.

Menurutnya, dukungan BWS Sumatera V sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan infrastruktur sungai, terutama pada kawasan yang memiliki risiko terdampak bencana.

Baca Juga  Bukittinggi Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Ada 30 Tabung Gas dan 20 Penanak Nasi

“Pemko Padang terus berkoordinasi secara intensif dengan BWS Sumatera V. Kami sangat terbantu dan berterima kasih atas bantuan serta alokasi penanganan bencana yang diberikan untuk wilayah Kota Padang,” ujar Malvi.

Selain Banjir Kanal Kampung Lapai Siteba, Pemko Padang juga mengusulkan pengerukan dan penanganan aliran sungai di kawasan Banda Luruih, Kecamatan Kuranji.

Penanganan di sejumlah titik tersebut telah dimulai sejak 14 September 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga akhir November mendatang. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penanganan aliran sungai untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran aliran air, terutama dalam menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Bagi masyarakat, pengerukan sungai dinilai menjadi langkah penting mengingat sejumlah kawasan di Kota Padang memiliki kerentanan terhadap banjir. Normalisasi aliran sungai diharapkan tidak hanya menjadi respons setelah bencana terjadi, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi dampak ketika curah hujan tinggi.

Warga Siteba, Abdul Yardi, menyambut baik pengerukan yang dilakukan di wilayah tersebut. Menurutnya, pekerjaan itu sangat berarti bagi masyarakat yang sebelumnya pernah merasakan dampak banjir.

Baca Juga  Update Banjir Padang: Fadly Amran Gerakkan Seluruh Pasukan Bersihkan Gunung Sariak dan Lapau Munggu

Ia berharap pengerukan dan normalisasi sungai dapat membantu memperlancar aliran air sehingga risiko banjir di lingkungan permukiman warga dapat ditekan.

“Penanganan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sebelumnya terdampak banjir. Kami berharap pengerukan ini dapat mengurangi risiko dan dampak banjir di lingkungan tempat tinggal kami,” katanya.

Pemko Padang memastikan koordinasi dengan BWS Sumatera V terus dilakukan untuk mendukung penanganan titik-titik aliran sungai yang membutuhkan intervensi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya mitigasi bencana sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir.

Dengan pengerjaan yang berlangsung hingga akhir November, masyarakat di sekitar lokasi diharapkan ikut menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai. Langkah tersebut penting agar fungsi saluran dan sungai tetap optimal dalam menampung serta mengalirkan air, terutama saat terjadi hujan deras. (*)