PADANG, POLIKATA.COM — Tren mengubah foto masa kini menjadi potret bergaya era 1980-an tengah ramai di media sosial. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) melalui ChatGPT, pengguna dapat menyulap foto modern menjadi seolah-olah diambil puluhan tahun lalu.
Tren tersebut banyak dibagikan pengguna di sejumlah platform media sosial, termasuk Instagram dan TikTok. Hasilnya menampilkan nuansa foto lawas dengan gaya rambut, busana, aksesori hingga latar yang dibuat menyerupai suasana tahun 1980-an.
Meski terlihat seperti foto asli dari masa lampau, gambar tersebut sebenarnya merupakan hasil pengolahan foto menggunakan teknologi AI.
Pengguna dapat mempertahankan identitas dan ciri wajah dalam foto, kemudian meminta AI mengubah berbagai unsur visual agar sesuai dengan karakter fotografi era 1980-an.
Salah satu prompt yang dapat digunakan adalah:
“Using my uploaded photo, show me what I would have looked like around 1985. Preserve my identity, facial features, skin tone, age, and recognizable appearance. Reimagine my hair, clothing, accessories, and surroundings with bold, unmistakably mid-1980s styling, expressive silhouettes, statement accessories, layered details, distinctive colors, and textures. Make it feel like a genuine 1985 photograph with analog grain, faded color, direct flash, and subtle softness. Add a period-accurate 1980s red-orange date stamp in the lower corner. No modern objects or text.”
Bagi pengguna Indonesia, prompt tersebut juga dapat ditulis dalam bahasa Indonesia. Intinya, pengguna meminta ChatGPT mempertahankan identitas, fitur wajah, warna kulit dan ciri khas dirinya, kemudian menyesuaikan rambut, pakaian, aksesori serta latar dengan gaya pertengahan 1980-an.
Efek foto juga dapat dibuat menyerupai hasil kamera analog, seperti warna yang sedikit memudar, pencahayaan lampu kilat langsung, tekstur grain dan kelembutan gambar. Bahkan, pengguna dapat meminta tambahan stempel tanggal bergaya foto era 1980-an.
Cara Membuat Foto Bergaya 80-an
Untuk mengikuti tren tersebut, pengguna cukup membuka ChatGPT melalui aplikasi di ponsel atau situs ChatGPT.
Selanjutnya, foto yang ingin diubah diunggah ke ruang percakapan. Setelah foto masuk, pengguna dapat memasukkan prompt atau perintah yang diinginkan.
Selain menggunakan prompt secara langsung, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pembuatan gambar yang tersedia di ChatGPT dan memilih gaya “80s flashback”, kemudian mengunggah foto atau mengambil foto menggunakan kamera.
ChatGPT selanjutnya akan memproses foto dan menghasilkan gambar dengan tampilan yang disesuaikan dengan karakter era 1980-an.
Hasil akhirnya dapat digunakan untuk bernostalgia, membagikan cerita masa lalu, atau sekadar mengikuti tren yang tengah ramai di media sosial.
Namun, pengguna tetap perlu memahami bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa atau penyuntingan berbasis AI, bukan dokumentasi fotografi asli dari tahun 1980-an.
Tren ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi AI semakin mudah digunakan untuk mengubah dan menciptakan kembali pengalaman visual dari masa lalu. Hanya dengan sebuah foto dan instruksi teks, pengguna dapat melihat gambaran dirinya dalam suasana zaman yang berbeda. (*)










