BeritaHeadlinePadang

Tembus Rp10 Miliar! Inilah Sektor-Sektor Penyumbang ‘Cuan’ Terbesar bagi Kota Padang di 2026

×

Tembus Rp10 Miliar! Inilah Sektor-Sektor Penyumbang ‘Cuan’ Terbesar bagi Kota Padang di 2026

Sebarkan artikel ini
SEKTOR KULINER- Sejak mendeklarasikan diri sebagai Kota Gastronomi pada Agustus 2025 lalu, sektor kuliner di kota berusia 3,5 abad ini mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan. PAD dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman naik drastis menjadi Rp5,6 miliar.

PADANG, POLIKATA.COM – Langkah berani Kota Padang bertransformasi menjadi Kota Kreatif Gastronomi Dunia mulai membuahkan hasil nyata. Sejak mendeklarasikan diri sebagai Kota Gastronomi pada Agustus 2025 lalu, sektor kuliner di kota berusia 3,5 abad ini mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Fuji Astomi, mengungkapkan bahwa daya tarik kuliner khas Padang kini menjadi magnet utama wisatawan, yang secara langsung mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sejak deklarasi sebagai Kota Gastronomi, PAD dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman naik drastis menjadi Rp5.649.147.097,” ujar Fuji Astomi, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga  Bank Nagari Padang Panjang Salurkan Dana Kurban Rp33 Juta ke Islamic Centre

Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Sebelumnya, pendapatan di sektor kuliner hanya tertahan di kisaran Rp4 miliar. Tren kenaikan mulai terlihat mencolok sejak akhir tahun 2025 dan mencapai puncaknya pada momentum libur Lebaran 2026.

“Kenaikan paling signifikan terjadi saat libur Lebaran kemarin. Banyaknya perantau yang pulang kampung dan berburu kuliner khas Padang menjadi motor utama penggerak ekonomi kita,” tambahnya.

Efek Domino ke Sektor Lain

Status Kota Gastronomi ternyata tidak hanya menguntungkan meja makan, tetapi juga berdampak pada sektor jasa lainnya. Fuji merinci, sektor Jasa Perhotelan berhasil menyumbang PAD sebesar Rp3.460.240.373, disusul Jasa Kesenian dan Hiburan senilai Rp654.035.255, serta Jasa Parkir sebesar Rp129.323.265.

Baca Juga  Keadilan di Depan Mata! Hadirkan Pos Bantuan Hukum, Wako Zulmaeta Raih Penghargaan Menteri Hukum

Selain pajak, sektor retribusi juga memberikan kontribusi sebesar Rp255.344.505. Dari angka tersebut, Dinas Perhubungan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp218.103.000, sementara Dinas Pariwisata mencatatkan retribusi sebesar Rp37.241.505.

Secara kumulatif, keberhasilan Padang dalam memikat wisatawan selama masa libur Lebaran ini menghasilkan total pendapatan daerah yang fantastis.

“Hingga akhir libur Lebaran lalu, total PAD yang terkumpul dari seluruh sektor ini mencapai Rp10.148.090.495,” pungkas Fuji Astomi. (red)