BeritaHeadlinePadang

Dipuji SETARA Institute, Etnis Tionghoa hingga India Hidup Rukun di Padang

×

Dipuji SETARA Institute, Etnis Tionghoa hingga India Hidup Rukun di Padang

Sebarkan artikel ini
eluar dari Zona Merah, Indeks Toleransi Kota Padang Melonjak Drastis
AUDIENSI SETARA— Wako Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti SETARA Institute di Ruang VIP Rumah Dinas, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut membahas hasil studi Indeks Kota Toleran (IKT) sekaligus mematangkan langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial di Padang.

PADANG, POLIKATA.COM Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti SETARA Institute di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut membahas hasil studi Indeks Kota Toleran (IKT) sekaligus mematangkan langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial di Kota Padang.

Fadly Amran menegaskan bahwa Kota Padang merupakan daerah majemuk yang dihuni oleh beragam etnis, mulai dari Tionghoa, India, hingga berbagai suku nusantara. “Kota Padang mempunyai keberagaman. Banyak dinamika yang dapat menimbulkan miskomunikasi. Sebagai pemimpin, kita harus menciptakan kerukunan dan mengedepankan mediasi agar tidak terjadi pertikaian antarsesama,” ungkap Fadly.

Kehadiran tim peneliti yang dipimpin Koordinator Peneliti SETARA Institute Ikhsan Yosarie bersama peneliti Kasyfil Aziz ini disambut langsung oleh jajaran Pemko Padang. Turut mendampingi Kakan Kemenag Kota Padang Yasril, Kaban Kesbangpol Syahendri Barkah, Kabag Hukum Indra Jaya, Plt. Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Ketua FKUB Prof. Salmadanis.

Baca Juga  9.000 Pelajar Padang Panjang Ikuti Pesantren Ramadhan 1447 H

Perkembangan Kota Padang dalam memupuk iklim toleransi menuai apresiasi positif dari SETARA Institute. “Ada kemajuan yang menggembirakan di Kota Padang. Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah memiliki komitmen yang jelas terhadap aspek toleransi. Keduanya beberapa kali menyampaikan pernyataan dan melakukan kunjungan kepada kelompok-kelompok minoritas. Hal seperti ini tidak banyak dilakukan oleh kota-kota lain,” kata Ikhsan Yosarie.

Ia menambahkan, penilaian IKT tidak hanya mengukur kebijakan pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif ekosistem kota. “Kota Padang saat ini telah beranjak dari kelompok 10 kota dengan skor toleransi terendah. Kini Padang sudah berada pada zona skor 70-an atau zona berkembang. Ini menunjukkan adanya kemajuan yang perlu terus diperkuat,” tambah Ikhsan.

Baca Juga  Lebih Cepat dan Tahan Gempa: BPBD Solok Lirik Sepablock Semen Padang untuk Hunian Korban Bencana

Sejalan dengan hal itu, Ketua FKUB Kota Padang Prof. Salmadanis mendorong hadirnya regulasi yang memayungi kerukunan lintas umat dan suku. “Melalui regulasi yang inklusif, kita ingin membangun kehidupan masyarakat yang menerima seluruh komunitas sebagai satu kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Kota Padang,” tuturnya.

Sebagai wujud komitmen nyata memperkuat ikatan kebangsaan, Pemko Padang bakal menggeledak Padang Harmony Festival (Padang Multi-Etnis Festival) sebagai agenda utama Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 pada Agustus mendatang.

“Kita berharap melalui event ini dapat menjadi salah satu branding bagi Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan citra Kota Padang sebagai kota yang toleran dan harmonis di Indonesia. Kita juga berharap Indeks Kota Toleran (IKT) Kota Padang juga terus meningkat,” pungkas Fadly. (*)