JAKARTA, POLIKATA.COM- Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Kamis (19/3/2026) untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran 2026. Sidang akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan sidang ini melibatkan pakar astronomi dari BMKG, BRIN, planetarium, observatorium, ormas Islam, dan instansi terkait. Dua metode utama digunakan: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
“Jika hilal terlihat sesuai kriteria, Lebaran jatuh pada 20 Maret 2026; jika tidak, pada 21 Maret 2026,” katanya.
Pemerintah melalui Kalender Hijriah Indonesia 2026 telah memperkirakan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi serupa juga dikeluarkan BRIN.
Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menyatakan posisi hilal di Asia Tenggara saat Maghrib 19 Maret belum memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3 derajat, elongasi 6,4 derajat). BMKG mencatat ketinggian hilal berkisar 0,91-3,13 derajat dengan elongasi 4,54-6,1 derajat, sehingga kemungkinan besar Lebaran 21 Maret 2026.
Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026 melalui Maklumat PP Muhammadiyah. Perbedaan metode hisab dan rukyat menyebabkan hasil yang berbeda, namun keputusan final tetap menunggu sidang isbat Kemenag. (*)












