PADANG, POLIKATA.COM – Pemerintah Kota Padang resmi mengaktifkan kembali program penguatan pendidikan agama Islam bagi siswa SMP dan MTs berbasis rumah ibadah. Mulai Mei mendatang, sebanyak 44 ribu lebih siswa akan mengikuti kegiatan belajar di masjid dan mushalla di lingkungan tempat tinggal masing-masing setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Kebijakan ini dimatangkan dalam rapat Revisi Kurikulum MDTA/TQA yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (30/4/2026).
Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa program ini bukan sekadar menambah jam belajar, melainkan upaya membentuk karakter generasi muda tanpa mengabaikan kesehatan fisik anak. Ia mewanti-wanti Dinas Pendidikan agar mengatur durasi pembelajaran secara proporsional agar siswa tidak kelelahan.
“Anak-anak kita sudah mulai beraktivitas sejak subuh lewat program Subuh Mubarakah. Jika ditambah kegiatan yang terlalu panjang, tentu berdampak pada kondisi fisik mereka. Waktu untuk istirahat dan berkumpul bersama keluarga tetap harus jadi prioritas,” tegas Fadly.
Fadly juga meminta agar pelaksanaan program ini mengikuti perkembangan zaman dengan sistem yang tertib, terukur, dan berbasis digital agar pemantauan lebih terkontrol.
Gunakan Konsep 3T dan Melibatkan Ribuan Pengajar
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa program MDTW/TQA ini dijadwalkan kick-off pada 2 Mei mendatang. Tak tanggung-tanggung, program ini melibatkan 970 masjid/mushalla dan didukung oleh 1.227 tenaga pengajar.
“Target kita adalah 36.175 santri SMP dan 7.891 santri MTs. Proses belajar akan dimulai dari salat Magrib berjamaah hingga Isya,” terang Maigus.
Adapun kurikulum yang diusung menggunakan konsep 3T (Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir) dengan metode pembelajaran yang fleksibel, mulai dari sistem halaqah hingga klasikal, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Program ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan Kota Padang.
Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan akan segera melakukan sosialisasi masif kepada seluruh kepala sekolah agar implementasi di lapangan berjalan serentak dan lancar. (red)












