BeritaDaerahPesisir Selatan

Menyelamatkan Jejak Uang Republik: Rumah Cetak Pitih Lengayang Segera Dipugar

×

Menyelamatkan Jejak Uang Republik: Rumah Cetak Pitih Lengayang Segera Dipugar

Sebarkan artikel ini
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, N. Riswandi, meninjau langsung kondisi bangunan Rumah Cetak pitih
PENINJAUAN RUMAH CETAK UANG- Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, N. Riswandi, meninjau langsung kondisi bangunan Rumah Cetak Pitih Lengayang di Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Sabtu (23/5/2026). 

PESSEL, POLIKATA.COM- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mulai mengkaji rencana pemugaran rumah bekas lokasi pencetakan uang perjuangan atau yang dikenal masyarakat sebagai Rumah Cetak Pitih Lengayang di Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang. Bangunan bersejarah tersebut dinilai memiliki nilai historis tinggi sehingga perlu dipertahankan sebagai bagian dari warisan perjuangan bangsa.

Sabtu (24/5/2026), Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, N. Riswandi, meninjau langsung kondisi bangunan yang berada di Koto Pulai. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini bangunan sekaligus menginventarisasi kebutuhan pemugaran.

Dalam kunjungan itu, N. Riswandi didampingi Inspektur Reva Fauza Dt. Tigo Lareh, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Adril Yesmen, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wendi Sikumbang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Marzan, serta Wali Nagari Kambang Timur Afriyalmi, S.Pd.I bersama unsur masyarakat setempat.

Baca Juga  Andre Rosiade Temui Dirut Telkomsel, Perjuangkan Pembangunan Tower BTS di Langgai Pessel

Dari hasil peninjauan, bangunan yang pernah menjadi lokasi pencetakan uang perjuangan pada masa revolusi tersebut terlihat mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Kondisi fisik bangunan yang terus menua membutuhkan perhatian serius agar tidak semakin rusak.

Menurut informasi yang diperoleh, rumah bersejarah itu pernah dipugar pada tahun 2006. Namun seiring berjalannya waktu dan faktor usia bangunan, sejumlah bagian kembali mengalami kerusakan sehingga memerlukan langkah pemeliharaan dan pemugaran lanjutan.

N. Riswandi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang menginginkan bangunan cagar budaya tersebut tetap terawat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Bapak Bupati meminta agar dilakukan langkah-langkah tindak lanjut sehingga rumah bersejarah ini tetap terpelihara dengan baik. Karena selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, bangunan ini juga menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan bangsa di daerah ini,” ujarnya.

Baca Juga  Kerja Keras Pasukan Orange di Momen Libur Lebaran: 3 Armada Pengangkut Sampah Dikerahkan di Pantai Padang 

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis terkait bentuk penanganan yang diperlukan, termasuk kebutuhan anggaran dan mekanisme pelestarian sesuai ketentuan yang berlaku terhadap bangunan cagar budaya.

Sementara itu, masyarakat setempat berharap pemugaran dapat segera direalisasikan sehingga keberadaan Rumah Cetak Pitih Lengayang tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi pelajar dan generasi muda.

Keberadaan rumah bekas lokasi pencetakan uang perjuangan di Koto Pulai selama ini menjadi salah satu bukti sejarah penting di Pesisir Selatan. Dengan rencana pemugaran tersebut, diharapkan nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas. (red)