SIJUNJUNG, POLIKATA.COM- Masyarakat Kampung Calau, Kabupaten Sijunjung kembali menggelar perayaan Rayo Puasa 6 dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan keagamaan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sijunjung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian nilai-nilai religius dan adat istiadat di tengah masyarakat. Hal ini terlihat saat Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menghadiri perayaan Hari Raya Puasa 6 Bulan Syawal 1447 H yang dipusatkan di kawasan Makam Syekh Abdul Wahab, Jorong Subarang Sukam, Nagari Muaro pada Minggu (29/3/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Nofriardi Zulka, SH, Unsur Forkopimda, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah daerah, Camat Sijunjung, Wali Nagari Muaro, Jajaran KAN, Bundo Kandung, Pemuda Pemudi serta Masyarakat Muaro.
Dalam sambutan resminya, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang konsisten menjaga tradisi menunaikan ibadah puasa 6 di bulan Syawal.
“Perayaan ini bukan sekedar seremonial, melainkan wujud syukur dan kekuatan silaturahmi kita. Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi ini. Selain nilai ibadahnya, kegiatan ini menjadi bagian Geohistoris Kabupaten Sijunjung serta mendukung perekonomian lokal.” Ujar Bupati.
Senada dengan Bupati, Wali Nagari Muaro Sijunjung, Hafizun menegaskan pentingnya menjaga tradisi Rayo Puasa 6 agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam melanjutkan warisan budaya tersebut.
“Dengan tradisi Rayo Puasa 6, kita kembangkan dan wariskan kepada generasi selanjutnya. Melalui sekolah agama nagari, kami siap mendukung masyarakat agar tradisi ini tetap terjaga dan tidak hilang,” tegasnya.
Ketua Perkampungan Calau, Maryusman, SE, menjelaskan bahwa perayaan Puasa 6 merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi adat dan nilai-nilai agama masyarakat setempat. Kegiatan ini juga dirangkai dengan ziarah kubur yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. (red)







