PADANGPARIAMAN, POLIKATA.COM— Senja di Jembatan Anduriang, Minggu kemarin, seharusnya menjadi penutup hari yang tenang. Namun, gemuruh air sungai yang meluap tiba-tiba mengubah suasana menjadi mencekam. Di tengah derasnya arus, Afrizal Yatim (70), seorang lansia asal Korong Lubuk Napa, tampak kepayahan. Ia bertahan sekuat tenaga, hanya mengandalkan seutas tali yang menjadi garis tipis antara hidup dan mati.
Tubuh rentanya mulai goyah dihantam arus. Warga di tepian hanya bisa berteriak dalam kepanikan, menyaksikan maut yang nyaris menjemput kakek tersebut. Namun, di tengah keputusasaan itu, muncul sosok Kadri Maiwansyah (25). Pemuda asal Pati Kayu ini tidak sekadar menonton; ia memilih untuk bertaruh nyawa.
Tanpa ragu, Kadri menerobos aliran sungai yang ganas. Setiap langkahnya adalah pertarungan melawan kekuatan air. Dengan keberanian luar biasa, ia berhasil menjangkau Afrizal tepat sebelum pegangan sang kakek terlepas. Bersama warga lain yang kemudian ikut membantu, ia menarik tubuh renta itu ke daratan. Detik-detik itu terasa seperti keajaiban yang nyata di depan mata warga.
Aksi heroik ini pun seketika viral dan menyentuh hati banyak orang. Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memberikan penghargaan khusus kepada Kadri dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah dan Hari Pendidikan Nasional.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, melalui Pj. Sekretaris Daerah, menyampaikan rasa bangganya. “Keberanian Kadri adalah contoh nyata nilai gotong royong yang harus kita jaga. Ini bukan sekadar menyelamatkan nyawa, tapi soal keberanian bertindak saat orang lain ragu,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua TP PKK Padang Pariaman, Nita Azis. Secara pribadi, ia memberikan hadiah berupa satu unit telepon genggam sebagai bentuk syukur atas lahirnya pahlawan muda dari nagari tersebut.
“Apa yang dilakukan Kadri sangat menyentuh. Di usia muda, ia menunjukkan empati tanpa memikirkan risiko bagi dirinya sendiri,” kata Nita.
Kini, nama Kadri Maiwansyah menjadi buah bibir sebagai simbol harapan. Ia membuktikan bahwa di tengah arus kehidupan yang seringkali individualis, nurani dan keberanian anak muda masih mengalir deras, sekuat arus sungai yang ia taklukkan demi menyelamatkan satu jiwa. (red)






