BeritaHeadlinePadangSumatera Barat

Kunjungi Rumah Duka Rasyid dan Zafran, Wawako Padang: Ujian Berat, Keluarga Tidak Berjalan Sendirian

×

Kunjungi Rumah Duka Rasyid dan Zafran, Wawako Padang: Ujian Berat, Keluarga Tidak Berjalan Sendirian

Sebarkan artikel ini
DUKUNGAN DARI WAWAKO- Suasana haru tak terbendung menyelimuti kediaman keluarga Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) di Kelurahan Gunung Pangilun, Senin (27/4/2026). Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir langsung untuk memeluk duka keluarga korban setelah operasi pencarian resmi dihentikan oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (24/4/2026) sore lalu.

PADANG, POLIKATA.COM – Suasana haru tak terbendung menyelimuti kediaman keluarga Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) di Kelurahan Gunung Pangilun, Senin (27/4/2026). Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir langsung untuk memeluk duka keluarga korban setelah operasi pencarian resmi dihentikan oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (24/4/2026) sore lalu.

Kehadiran Maigus Nasir bertujuan memberikan dukungan moril kepada keluarga dari siswa kelas 2 dan 3 SDN 06 Kampung Lapai yang kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa pencarian intensif selama satu pekan belum membuahkan hasil.

Kunjungan ini juga merupakan bentuk empati Pemerintah Kota Padang terhadap musibah yang menimpa warga Jalan Ambun Suri dan Jalan Cinduo Mato tersebut. Maigus Nasir berharap keluarga tetap tegar menghadapi ujian berat ini sementara tim gabungan terus berupaya semaksimal mungkin.

Baca Juga  Padang Menuju Kota Kreatif Dunia UNESCO, UMKM Wajib Punya HAKI

Diketahui tragedi ini bermula pada Sabtu (18/4/2026) siang sekitar pukul 12.40 WIB di Pantai Ujung Karang, belakang Kampus Universitas Bung Hatta.

Rasyid dan Zafran dilaporkan terseret ombak besar saat sedang berenang bersama rekan-rekan sekolahnya. Arus kuat dan kondisi air laut yang keruh menjadi pemicu utama hilangnya kedua bocah tersebut.

Sesuai SOP, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, hingga nelayan setempat telah mengerahkan berbagai alutsista, termasuk lima unit perahu karet dan tim penyelam, untuk menyisir area hingga radius 5 mil laut dari titik awal. Pencarian dilakukan selama

Jumat, 24 April, Pukul 18.00 WIB: Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, operasi pencarian resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh tanpa tanda-tanda keberadaan korban.

Baca Juga  Sambut Muharam 1448 H, DMI Padang Lantik Pengurus Ranting untuk Sukseskan Smart Surau

Meski operasi resmi telah ditutup, Maigus Nasir menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan melepas tanggung jawab terhadap keluarga korban.

“Kehilangan anak adalah ujian terberat, apalagi dalam ketidakpastian. Secara prosedur pencarian memang dihentikan, namun doa-doa kita tidak boleh berhenti. Kita mengetuk pintu langit agar ada keajaiban bagi Rasyid dan Zafran,” kata Wawako.

Maigus meminta masyarakat pesisir tetap waspada dan segera melaporkan ke Basarnas Padang jika menemukan benda atau tanda yang berkaitan dengan korban.

Di sisi lain, pihak Basarnas menegaskan bahwa jika di kemudian hari ditemukan informasi baru atau tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali secara seketika. (red)