MIAMI, POLIKATA.COM— Gelandang masa depan Timnas Inggris, Jude Bellingham, sukses memahat namanya dengan tinta emas dalam buku sejarah sepak bola dunia. Pemain berusia 23 tahun tersebut resmi menjadi penggawa The Three Lions pertama yang mampu mengoleksi 7 gol dalam satu edisi Piala Dunia, melampaui catatan para predator legendaris tanah Inggris.
Puncak rekor ini lahir lewat skenario yang sangat dramatis. Bertanding dalam laga tensi tinggi perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 kontra Prancis, Minggu (19/7/2026) dinihari WIB, Bellingham yang memulai laga dari bangku cadangan justru keluar sebagai tokoh protagonis penentu kemenangan 6-4 Inggris di menit-menit akhir pertandingan.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-79, Bellingham tidak butuh waktu lama untuk mengubah jalannya laga. Saat Prancis keluar menyerang demi menyamakan kedudukan, sebuah momentum serangan balik cepat di detik-detik akhir pertandingan berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Bellingham.
Aksi solonya dari tengah lapangan mengecoh lini belakang Les Bleus, sebelum akhirnya melepaskan sepakan mendatar akurat ke pojok gawang yang mengunci kemenangan spektakuler Inggris.
Gol tersebut merupakan gol ketujuhnya sepanjang turnamen ini. Catatan ini resmi mematahkan rekor legendaris milik Gary Lineker (6 gol di Piala Dunia 1986) dan Harry Kane (6 gol di Piala Dunia 2018).
Tidak hanya itu, torehan 7 gol ini juga menyamai rekor gol terbanyak pemain Inggris di turnamen mayor, bersanding dengan Alan Shearer (Euro 2000) dan Harry Kane (Euro 2024).
Samai Rekor Shearer dan Kane
Tambahan satu gol ke gawang Perancis juga membuat koleksi gol Bellingham di turnamen besar bersama Timnas Inggris menjadi tujuh. Jumlah itu menyamai rekor Alan Shearer dan Harry Kane sebagai pemain Inggris dengan gol terbanyak di turnamen internasional utama.
Untuk diketahui, Alan Shearer mencatatkan tujuh gol di Euro 2000, sedangkan Harry Kane mencapai jumlah yang sama pada Euro 2024.
Performa Bellingham sepanjang Piala Dunia 2026 menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Inggris hingga mengamankan peringkat ketiga.
Pujian Setinggi Langit dari Danny Murphy
Aksi memukau Bellingham langsung menuai decak kagum dari berbagai pengamat sepak bola dunia. Mantan gelandang Timnas Inggris, Danny Murphy, menyebut gol penutup Bellingham sebagai bukti sahih bahwa ia adalah pemain paling komplet yang dimiliki Inggris saat ini.
“Dia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa terhadap kemampuannya sendiri. Kesabarannya, keterampilannya, penyelesaiannya. Gol yang luar biasa dari pemain terbaik Inggris,” puji Murphy saat memandu jalannya pertandingan di saluran BBC One.
Sikap Murah Hati: Utamakan Hattrick Bukayo Saka
Di balik ambisi besarnya memecahkan rekor, Bellingham juga menunjukkan kedewasaan dan jiwa kepemimpinan yang luar biasa. Pada menit-menit akhir laga, Inggris sempat mendapatkan hadiah penalti yang bisa saja ia eksekusi untuk menambah pundi-pundi gol pribadinya.
Namun, Bellingham justru menyerahkan bola kepada Bukayo Saka, memberikan kesempatan bagi bintang Arsenal tersebut untuk mengemas hattrick.
“Tidak, Jude tidak pernah berniat mengambilnya. Dia justru orang pertama yang meminta saya mengejar hattrick,” ungkap Saka seusai laga.
“Tidak ada ego di tim ini. Sejak awal saya yang ditunjuk menjadi penendang, dan dukungan Jude sangat berarti.”
Aksi simpatik ini menjadi bukti bahwa di samping sinarnya yang gemilang secara individu, Bellingham tetaplah seorang pemain yang mengedepankan kebersamaan tim di atas kejayaan pribadi. Inggris pun menutup kampanye Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak, membawa pulang medali perunggu dan satu rekor abadi dari kaki Jude Bellingham. (*)












