BeritaPadang

Dua Malam Berturut-turut, Pedagang Kopi Tikar Khatib Digulung Petugas

×

Dua Malam Berturut-turut, Pedagang Kopi Tikar Khatib Digulung Petugas

Sebarkan artikel ini
PENERTIBAN PEDAGANG KOPI- Kawasan pedestrian Jalan Khatib Sulaiman yang biasanya semarak oleh gemerlap lampu dan hilir mudik anak muda pemburu "cuan", mendadak tegang. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menggelar operasi senyap besar-besaran selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (29/5/2026) dan Sabtu (30/5/2026) malam, untuk menyapu bersih lapak pedagang kaki lima (PKL) yang nekat menjajah fasilitas publik.

PADANG, POLIKATA.COM – Kawasan pedestrian Jalan Khatib Sulaiman yang biasanya semarak oleh gemerlap lampu dan hilir mudik anak muda pemburu “cuan”, mendadak tegang. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menggelar operasi senyap besar-besaran untuk menyapu bersih lapak pedagang kaki lima (PKL) yang nekat menjajah fasilitas publik.

Operasi maraton yang digelar berturut-turut sejak Jumat (29/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026) malam ini menyasar ratusan lapak kopi gerobak keliling. Fenomena menjamurnya usaha mikro yang digerakkan oleh para pemuda kreatif ini sayangnya mulai kebablasan dengan menggelar tikar di atas rumput taman kota, memicu kerusakan parah pada ruang terbuka hijau.

Jalan Khatib Sulaiman kini memang bertransformasi menjadi episentrum ekonomi malam bagi generasi muda di Kota Padang. Bermodalkan gerobak modifikasi dan kopi sachet, para pemuda ini meraup untung dari warga yang mencari hiburan malam murah meriah.

Baca Juga  Sterilkan Jalur Jogging, Satpol PP Sisir Pedagang Nakal di Kawasan Pantai Padang

Namun, kreativitas ini berbenturan keras dengan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum.

Dibantu oleh personel gabungan SK4 dari unsur TNI dan Polri, petugas menyisir setiap sudut taman kota demi memastikan operasi berjalan kondusif. Langkah drastis ini diambil setelah serangkaian teguran lisan maupun tertulis dari pemerintah daerah diabaikan begitu saja oleh para pedagang.

Rumput Mati dan Fasilitas Umum Rusak

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Padang, Eka Putra Irwandi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang warga mencari rezeki, namun hak pejalan kaki dan kelestarian fasilitas kota tidak boleh dikorbankan.

“Kami memantau langsung banyak area taman yang rusak parah, bahkan rumput-rumputnya mati akibat terus-menerus terinjak dan dijadikan tempat menggelar tikar jualan. Fasilitas ini dibangun menggunakan anggaran negara untuk dinikmati seluruh warga, bukan untuk dirusak demi kepentingan pribadi,” ujar Eka dengan nada tegas di sela-sela penertiban.

Baca Juga  Sapu Bersih Lapak Fasum di Padang Utara dan Nanggalo, Satpol PP Pakai Jurus Humanis

Proses sterilisasi jalur hijau ini tidak berjalan mulus. Suasana di lapangan sempat memanas ketika sejumlah pedagang muda mencoba bertahan dan menolak lapaknya diangkut. Beruntung, ketegangan berhasil diredam melalui pendekatan yang persuasif namun tetap tegas dari pihak berwajib.

Satpol PP Padang menyatakan akan terus mengawal kawasan Khatib Sulaiman agar terbebas dari pemanfaatan lahan secara ilegal. Pemerintah kota kini dihadapkan pada tantangan besar, bagaimana membina semangat berwirausaha anak muda ini tanpa harus mengorbankan estetika dan ketertiban tata ruang kota. (red)