JAKARTA, POILKATA.COM— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan di wilayah Bumi Peneleh. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) berupa lahan kepada Perum Bulog yang berlangsung di Kantor Pusat Bulog, Jakarta.
Penandatanganan strategis ini dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Rinaldi. Hibah tanah ini diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur gudang pangan dan perkantoran guna memperpendek jalur distribusi logistik di wilayah kepulauan tersebut.
Dalam keterangannya, Bupati Rinto Wardana menegaskan bahwa keberadaan gudang pangan lokal adalah kebutuhan mendesak, mengingat tantangan geografis Mentawai yang unik. Sebagai satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang terpisah dari daratan utama, Mentawai sangat bergantung pada kelancaran transportasi laut.
“Mentawai terdiri dari empat pulau besar dengan jarak tempuh antarwilayah yang mencapai empat jam perjalanan. Kondisi ini sering kali menghambat distribusi, terutama saat cuaca ekstrem melanda yang memutus akses pengiriman dari Padang,” ujar Rinto.
Dengan adanya gudang di bawah pengelolaan Bulog, stok pangan diharapkan tetap aman meskipun pengiriman dari daratan utama terganggu. Rinto juga memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen BULOG atas komitmen mereka mempercepat pembangunan ini.
Tak berhenti di satu titik, Pemkab Mentawai juga mendorong Bulog untuk mempertimbangkan pembangunan gudang tambahan di wilayah strategis lainnya, seperti Pulau Sikakap dan Siberut.
“Harapan kami, akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok bisa lebih dekat dan merata. Warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau menghadapi ketidakpastian stok beras dan kebutuhan pokok lainnya,” pungkasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan bagi masyarakat di seluruh pelosok Kepulauan Mentawai. (red)












