PADANG PARIAMAN, POLIKATA.COM – Senyum sumringah kembali menghiasi wajah siswa-siswi SDN 05 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Meski baru berupa Ruang Kelas Darurat (RKD), kehadiran fasilitas ini menjadi simbol bangkitnya semangat belajar setelah sekolah mereka luluh lantak akibat bencana alam.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan langsung penggunaan RKD tersebut dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Barat, kemarin. Kedatangan Menteri disambut hangat oleh Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, beserta jajaran pemerintah daerah.
Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat para siswa menyambut rombongan dengan lagu ‘Rukun Sama Teman’. Abdul Mu’ti tampak larut dalam kebersamaan, bertepuk tangan bersama anak-anak sebelum meninjau langsung kondisi kelas.
“Alhamdulillah, kelasnya bagus. Untuk sementara waktu, adik-adik belajar di sini dulu ya. Nanti sekolahnya akan kita bangun kembali dengan dukungan pemerintah daerah dan kementerian,” ujar Abdul Mu’ti memberikan motivasi kepada para siswa di dalam kelas.
Selain meresmikan fasilitas fisik, Menteri juga menyerahkan bantuan peningkatan mutu pendidikan senilai Rp25 juta serta paket tas dan perlengkapan sekolah untuk mendukung aktivitas belajar siswa.
Peresmian di SDN 05 Batang Anai ini merupakan pusat dari rangkaian peresmian RKD se-Sumatera Barat, yang mencakup 4 sekolah PKPLK dan 3 sekolah Puslabdik. Sebelumnya, di hari yang sama, Mendikdasmen juga telah meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) di Lima Puluh Kota serta meninjau revitalisasi 33 sekolah di wilayah Payakumbuh dan Bukittinggi.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa RKD ini adalah solusi krusial agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti lama pascabencana.
“Kami berterima kasih atas perhatian Presiden dan Pak Menteri. Kami berharap usulan relokasi dan revitalisasi permanen yang telah kami ajukan dapat segera terealisasi agar anak-anak kami bisa belajar dengan standar keamanan yang lebih baik,” tutur Rahmat Hidayat.
Rahmat menambahkan, proses revitalisasi ke depan akan didorong melalui sistem swakelola. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan kualitas bangunan sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat dan dunia pendidikan di Padang Pariaman secara jangka panjang.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat setempat yang turut menyaksikan penandatanganan prasasti sebagai tanda dimulainya babak baru pendidikan di wilayah terdampak bencana tersebut. (red)







