BeritaDaerahPayakumbuh

Isak Tangis di Kampus Akasia: Pesan Haru ‘Om Zet’ Lepas Kelulusan Siswa SMAN 3 Payakumbuh

×

Isak Tangis di Kampus Akasia: Pesan Haru ‘Om Zet’ Lepas Kelulusan Siswa SMAN 3 Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
PERPISAHAN SISWA KELAS XII— Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, hadir memberikan suntikan motivasi krusial bagi para calon pemimpin masa depan, dalam prosesi perpisahan siswa kelas XII SMAN 3 Kota Payakumbuh, Kamis (9/4/2026).

PAYAKUMBUH, POLIKATA.COM— Isak tangis haru pecah di halaman SMA Negeri 3 Payakumbuh saat ratusan siswa kelas XII mengikuti prosesi perpisahan, Kamis (9/4/2026). Di tengah suasana emosional tersebut, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, hadir memberikan suntikan motivasi krusial bagi para calon pemimpin masa depan.

Kehadiran pria yang akrab disapa Om Zet ini disambut hangat oleh seluruh sivitas akademika sekolah yang dijuluki “Kampus Akasia” tersebut. Dalam orasi ilmiahnya, Elzadaswarman menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju dunia yang penuh dengan ketidakpastian (disrupsi).

“Dunia akan terus berubah, dan satu-satunya yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Kalian harus tangguh agar tidak gagap menghadapi akselerasi zaman yang bergerak sangat cepat,” tegas Elzadaswarman di hadapan para siswa yang mengenakan seragam kebanggaan biru-putih.

Baca Juga  Andre Rosiade Janjikan Kejutan Rekrutan Semen Padang FC pada 4 Juli

Lebih lanjut, Wawako memaparkan strategi konkret untuk memenangkan persaingan di masa depan. Menurutnya, kecerdasan akademik (IQ) saja tidak lagi cukup. Berdasarkan tren global, keberhasilan seseorang kini sangat ditentukan oleh keseimbangan tiga pilar utama, yakni Intellectual Quotient (IQ): Kapasitas kognitif untuk inovasi. Kemudian, Emotional Quotient (EQ), kemampuan mengelola diri dan berempati serta Emotional Spiritual Quotient (ESQ), yakni fondasi moral dan ketenangan batin.

“Jangan cepat berpuas diri. Kehidupan sesungguhnya baru dimulai setelah kalian melangkah keluar dari gerbang sekolah ini. Kekuatan mental dan semangat pantang menyerah adalah kunci utama,” tambahnya dengan nada bergetar penuh haru.

Pesan Kolaborasi dan Silaturahmi

Sesuai dengan gaya kepemimpinannya yang mengedepankan sinkronisasi, Om Zet mengingatkan pentingnya jejaring (networking). Ia menegaskan bahwa di era modern, kolaborasi jauh lebih berharga daripada kompetisi yang saling menjatuhkan.

Baca Juga  19 SPPG Beroperasi di Kota Payakumbuh: Cegah Keracunan, Standar Keamanan Pangan Harus Diawasi

Kepala SMAN 3 Payakumbuh, Iswandi, dalam laporannya menyebutkan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota merupakan kehormatan besar sekaligus suntikan moril bagi para siswa.

“Kehadiran Bapak Wawako di tengah kesibukan memimpin daerah adalah motivasi luar biasa. Ini menjadi bekal berharga bagi anak-anak kami yang akan menempuh babak baru, baik ke perguruan tinggi maupun dunia kerja,” ungkap Iswandi.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan serangkaian pertunjukan seni siswa, pembacaan kesan pesan yang menyentuh hati, serta prosesi pelepasan simbolis. Meski air mata mewarnai perpisahan, terpancar optimisme besar dari wajah-wajah lulusan Kampus Akasia untuk menaklukkan tantangan masa depan. (red)