BeritaHeadline

Revolusi Haji 2026: Presiden Prabowo Pangkas Antrean 22 Tahun dan Turunkan Biaya

×

Revolusi Haji 2026: Presiden Prabowo Pangkas Antrean 22 Tahun dan Turunkan Biaya

Sebarkan artikel ini
TRANSFORMASI HAJI- Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan langkah revolusioner dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Dalam Rapat Kerja Pemerintah yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026), Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih terjangkau, cepat, dan berkualitas bagi jemaah asal Indonesia.

JAKARTA, POLIKATA.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan langkah revolusioner dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Dalam Rapat Kerja Pemerintah yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026), Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih terjangkau, cepat, dan berkualitas bagi jemaah asal Indonesia.

Salah satu terobosan utama adalah penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar kurang lebih Rp2 juta. Kebijakan ini dinilai sangat berani mengingat harga avtur dunia tengah mengalami kenaikan yang dapat melambungkan tarif penerbangan.

Namun, Presiden memastikan bahwa kenaikan biaya operasional tersebut tidak akan dibebankan kepada jemaah.
Selain efisiensi biaya, pemerintah juga membawa kabar gembira mengenai masa tunggu haji. Melalui manajemen kuota yang lebih efektif, antrean haji yang semula mencapai 48 tahun kini berhasil dipangkas signifikan menjadi maksimal 26 tahun.

Baca Juga  Keluarga Rapuh Masa Depan Hancur, Bupati JKA Ajak Orang Tua Bentengi Anak dari Era VUCA

Sebagai solusi jangka panjang untuk menekan biaya akomodasi, Indonesia kini tengah merealisasikan pembangunan “Perkampungan Haji” di lahan strategis seluas puluhan hektar di Makkah.

Kawasan terpadu ini akan dilengkapi dengan belasan menara modern yang mampu menampung ribuan jemaah sekaligus, menjadikannya pusat layanan yang representatif bagi warga negara Indonesia di Tanah Suci.

Seluruh transformasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan kesempatan beribadah dengan kenyamanan maksimal dan biaya yang tetap kompetitif. (red)

Baca Juga  Tragedi Ujian Praktik Sains di Siak: Siswa SMP Tewas Akibat Ledakan Prototipe Senapan Rakitan 3D