PADANG, POLIKATA.COM — Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui dukungan Kementerian Perhubungan, BP BUMN, Danantara dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan proses reaktivasi jalur kereta api di Sumbar sepanjang 248,5 kilometer. Jalur lama yang selama ini tidak beroperasi tersebut akan kembali dihidupkan untuk menghubungkan Kayutanam, Padang Panjang, Solok hingga Sawahlunto.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyambut positif rencana tersebut. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar 1 sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilainya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan konektivitas di Sumbar.
“Alhamdulillah, kabar baik untuk masyarakat Sumatera Barat. Pemerintah Presiden Prabowo akan memulai proses reaktivasi jalur kereta api Sumbar, dari Kayutanam menuju Padang Panjang, Solok hingga Sawahlunto. InsyaAllah ditargetkan mulai akhir Oktober 2026,” kata Andre kepada media, Minggu (27/9/2026).
Menurut Andre, berdasarkan rencana yang disiapkan, total jalur yang masuk dalam program reaktivasi mencapai 248,5 kilometer. Jalur tersebut terbagi dalam sejumlah segmen penting yang menghubungkan kawasan utara hingga selatan Sumatera Barat.
Segmen pertama adalah Kayutanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbangan sepanjang 162 kilometer. Kemudian Padang Panjang–Batu Tabal sepanjang 18 kilometer, Batu Tabal–Solok sepanjang 34 kilometer, Solok–Muaro Kalaban sepanjang 24 kilometer, serta Muaro Kalaban–Sawahlunto sepanjang 4 kilometer.
“Ini bukan sekadar mengaktifkan kembali jalur kereta api yang lama. Kita ingin konektivitas antardaerah di Sumatera Barat kembali terbuka. Masyarakat mendapatkan alternatif transportasi, distribusi barang menjadi lebih mudah, dan aktivitas ekonomi di daerah-daerah yang dilalui juga bisa semakin bergerak,” ujar Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Andre menjelaskan, dalam rencana pelaksanaan, aktivasi jalur tersebut ditargetkan pada 21–22 Oktober 2026. Ia berharap seluruh persiapan yang dilakukan pemerintah, Kementerian BUMN dan KAI dapat berjalan sesuai dengan target sehingga reaktivasi tersebut segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“InsyaAllah target pelaksanaannya 21–22 Oktober 2026. Kita tentu berharap semuanya berjalan lancar. Ini adalah ikhtiar besar untuk mengembalikan konektivitas lama yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumatera Barat,” katanya.
Andre menilai keberadaan kembali jaringan kereta api tersebut memiliki manfaat strategis karena tidak hanya menyangkut transportasi penumpang. Reaktivasi jalur juga diarahkan untuk mendukung distribusi logistik yang lebih efisien, memperkuat hubungan ekonomi antardaerah, serta mendorong aktivitas pariwisata di berbagai kawasan yang dilalui jalur kereta api.
“Dampaknya kita harapkan luas. Dari sisi mobilitas, membuka kembali konektivitas antardaerah. Dari sisi logistik, menjadi alternatif distribusi barang yang lebih efisien. Dan dari sisi ekonomi, tentu kita berharap semakin banyak aktivitas ekonomi dan pariwisata yang tumbuh di sepanjang jalur tersebut,” ujar Andre.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, reaktivasi jalur kereta api Sumbar merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur dan konektivitas daerah. Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan Sumatera Barat.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang terus memberikan perhatian kepada Sumatera Barat. Ini komitmen kami, komitmen Presiden Prabowo untuk terus mengawal agar konektivitas dan pembangunan di Sumatera Barat benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Andre.
Ia berharap reaktivasi sepanjang 248,5 kilometer tersebut nantinya tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur semata, tetapi menjadi penggerak baru bagi perekonomian Sumatera Barat.
“Kita ingin jalur kereta api kembali menjadi penghubung antardaerah. Mobilitas masyarakat semakin terbuka, logistik semakin efisien, ekonomi bergerak dan pariwisata semakin berkembang. InsyaAllah ini menjadi salah satu warisan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Sumbar,” tutup Andre. (*)










