BUKITTINGI, POLIKATA.COM— Rangkaian Wirakarya Jambore Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-22 Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 1 hingga 3 September 2026, tersebut ditutup di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Kamis (3/9/2026).
Jambore yang diikuti kader PKK dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah memperkuat kapasitas, motivasi, serta silaturahmi antarkader.
Dalam laporan pelaksanaan, panitia menyebut seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembekalan, kegiatan kebersamaan hingga berbagai perlombaan, berlangsung lancar dan menjunjung tinggi sportivitas.
Masing-masing daerah datang dengan membawa potensi dan keunggulan. Namun, kemenangan dalam jambore dinilai tidak semata-mata diukur dari piala yang berhasil diraih.
Para kader diharapkan membawa pulang semangat baru untuk terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah masing-masing.
Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, menegaskan bahwa substansi utama jambore adalah memberikan apresiasi sekaligus mempertajam peran kader PKK di tengah masyarakat.
Menurutnya, PKK merupakan gerakan sosial yang bertumpu pada nilai kemanusiaan, kepedulian, serta pengorbanan waktu dan tenaga para kader untuk keluarga dan lingkungan.
“Jambore ini bukan sekadar ajang mencari juara atau memberikan hiburan dan reward, melainkan bagaimana hasil dari pembinaan betul-betul dirasakan langsung oleh masyarakat. Di balik kata ‘kader’, ada pengorbanan luar biasa untuk keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Perempuan Punya Peran Strategis
Dukungan terhadap gerakan PKK juga disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy. Ia menilai perempuan, termasuk Bundo Kanduang, memiliki posisi strategis dan energi besar dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, menurutnya, para perempuan yang tergabung dalam gerakan PKK perlu mendapatkan dukungan penuh agar dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Barat.
“Perempuan-perempuan hebat di PKK perlu kita dukung penuh. Di Sumatera Barat, perempuan memiliki kasta dan peran tersendiri yang sangat penting untuk menjadi bagian dari pembangunan,” kata Vasko.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, mengapresiasi kontribusi para kader PKK yang bekerja tanpa pamrih hingga ke tingkat paling bawah melalui kelompok Dasawisma.
Ia menilai keberadaan kader PKK sangat membantu pemerintah daerah dalam memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat.
“Keberhasilan kepala daerah tidak akan sempurna tanpa dukungan PKK. Pemerintah daerah tidak bisa menjangkau seluruh bidang secara detail. Melalui pendataan Dasawisma, para kader inilah yang mengetahui kondisi riil masyarakat, mulai dari penanganan stunting hingga data kemiskinan,” ungkapnya.
Berakhirnya kompetisi tidak menyurutkan semangat kebersamaan antarkader. Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, justru memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen Kota Padang yang telah berjuang selama jambore.
Ia menilai semangat, kekompakan, kerja keras, dan kebersamaan para kader merupakan capaian penting yang tidak kalah berarti dari hasil perlombaan.
“Terima kasih kepada seluruh kader hebat yang telah berjuang memberikan yang terbaik. Apa pun hasil yang kita peroleh kali ini, bagi saya, semangat, kekompakan, kerja keras, dan kebersamaan yang telah kita tunjukkan jauh lebih berarti,” tutur Dian.
Penutupan Jambore Kader PKK Sumbar ke-22 turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Deta Vasco, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Barat Arymbi Arry.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen para kader PKK untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat. (*)






