BeritaDaerahPariaman

Wali Kota Pariaman Letakkan Batu Pertama RTLH, Lansia Dastri Marni Terima Bantuan Rp20 Juta

×

Wali Kota Pariaman Letakkan Batu Pertama RTLH, Lansia Dastri Marni Terima Bantuan Rp20 Juta

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pariaman Letakkan Batu Pertama RTLH, Lansia Dastri Marni Terima Bantuan Rp20 Juta
PELETAKAN BATU PERTAMA — Wali Kota Pariaman Yota Balad melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Dastri Marni, 66 tahun, di Dusun II Kampung Koto, Desa Balai Kurai Taji, Kecamatan Pariaman Selatan. Pembangunan rumah tersebut mendapat bantuan Rp20 juta melalui program Pariaman Peduli bersama BAZNAS Kota Pariaman. (FOTO: Dok. Diskominfo Kota Pariaman)

PARIAMAN, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota Pariaman bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga lanjut usia (lansia) melalui program Pariaman Peduli.

Wali Kota Pariaman Yota Balad melakukan peletakan batu pertama pembangunan RTLH untuk Dastri Marni, 66 tahun, di Dusun II Kampung Koto, Desa Balai Kurai Taji, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, kemarin.

Pembangunan rumah tersebut mendapat dukungan bantuan sebesar Rp20 juta melalui program Pariaman Peduli yang dikelola bersama Pemko Pariaman dan BAZNAS Kota Pariaman. Bantuan ini diharapkan dapat mewujudkan hunian yang lebih aman, sehat, kokoh, dan layak bagi Dastri Marni beserta keluarganya.

Yota Balad mengatakan, kehadiran pemerintah daerah bersama BAZNAS merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan dana zakat yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Peletakan batu pertama ini merupakan wujud komitmen nyata Pemko Pariaman bersama BAZNAS untuk menghadirkan hunian yang aman dan bermartabat bagi warga kita, khususnya para lansia,” ujar Yota.

Baca Juga  Anggaran Rp350 Juta Dikucurkan, Jalur Horor Rura Patontang Pasaman Barat Mulai Dicor Beton

Menurutnya, bantuan Rp20 juta tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran Dastri Marni terhadap kondisi rumah yang selama ini ditempatinya, terutama ketika menghadapi hujan maupun angin kencang.

“Kita ingin memastikan Ibu Dastri Marni tidak lagi merasa cemas saat hujan atau angin kencang datang. Kita targetkan proses pembangunan ini dapat berjalan lancar sehingga beliau bisa segera menempati rumah baru yang jauh lebih nyaman dan sehat,” katanya.

Yota menegaskan, Pemko Pariaman akan terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program RTLH menjadi salah satu bentuk intervensi yang diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.

Peletakan batu pertama tersebut sekaligus menandai dimulainya proses pembangunan dan perbaikan rumah Dastri Marni menjadi hunian yang lebih layak.

Wali Kota juga berharap program tersebut tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik rumah, tetapi mampu menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak berhenti sebatas perbaikan fisik bangunan saja, tetapi juga menjadi pemantik semangat gotong royong di tengah masyarakat sekitar untuk saling membantu tetangga yang membutuhkan,” tuturnya.

Ke depan, Pemko Pariaman berkomitmen memperluas jangkauan program RTLH sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu dapat memperoleh manfaat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan kesejahteraan sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pariaman.

Baca Juga  DMDI dan Artha Graha Peduli Bantu Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Sementara itu, Dastri Marni tak mampu menyembunyikan rasa bahagia dan harunya saat menerima bantuan tersebut. Bantuan itu menjadi jawaban atas harapannya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih kokoh dan layak.

“Saya sangat terharu dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Wali Kota Pariaman dan BAZNAS yang telah datang langsung meletakkan batu pertama di rumah saya,” ujar Dastri.

Menurutnya, bantuan Rp20 juta tersebut sangat berarti dan telah lama diimpikannya untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya.

“Bantuan Rp20 juta ini adalah hal yang sangat saya impikan sejak lama untuk bisa memperbaiki tempat tinggal ini. Semoga Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran ASN serta BAZNAS selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam membantu masyarakat,” katanya.

Program RTLH tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dalam mewujudkan hunian yang layak serta kehidupan yang lebih sejahtera. (*)