BeritaDaerahHeadlineTanah Datar

Sekolah Rakyat Terbesar di Sumbar Segera Dibangun di Tanjung Alam, Lahan 23 Hektare Siap

×

Sekolah Rakyat Terbesar di Sumbar Segera Dibangun di Tanjung Alam, Lahan 23 Hektare Siap

Sebarkan artikel ini
JELANG GROUNDBREAKING- Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Selasa (25/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan menjelang pelaksanaan groundbreaking di atas lahan seluas 23 hektare tersebut. (FOTO: Dok Diskominfo Tanah Datar)

BATUSANGKAR, POLIKATA.COM — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru. Menjelang pelaksanaan groundbreaking, Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra dan Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra meninjau langsung lokasi pembangunan, Selasa (25/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat kesiapan lahan sekaligus perkembangan pembangunan akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat. Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Prokopim, Kepala Bagian Umum, Camat Tanjung Baru, Wali Nagari Tanjung Alam serta jajaran terkait.

Bupati Eka Putra mengatakan, sejumlah kebutuhan dasar untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat telah dipersiapkan. Salah satunya akses jalan dari jalan utama menuju lokasi sekolah.

“Alhamdulillah, untuk persiapan groundbreaking, akses jalan dari jalan utama menuju lokasi Sekolah Rakyat dengan lebar tujuh meter dan panjang sekitar 1.600 meter sudah selesai pembebasan lahannya. Saat ini proses pembangunannya juga sudah mulai dilakukan,” ujar Eka Putra.

Selain akses jalan, penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat juga telah rampung. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyiapkan lahan sekitar 23 hektare yang merupakan hibah dari keluarga besar Doni Oskaria, yang saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara.

“Alhamdulillah, keluarga besar Bapak Doni Oskaria telah menghibahkan lahan seluas 23 hektare kepada Pemerintah Daerah untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan ini kemudian kami serahkan untuk dilakukan perencanaan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial,” katanya.

Baca Juga  Satpol PP Padang Tertibkan PKL Ujung Tanah dan Bangunan Liar di Kecamatan Pauh

Eka Putra menjelaskan, perencanaan pembangunan juga telah berjalan, termasuk penyusunan desain dan gambar bangunan yang disesuaikan dengan kondisi serta luas lahan yang tersedia.

Sekolah Rakyat di Tanjung Alam diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia. Kawasan pendidikan tersebut nantinya tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung, seperti asrama bagi siswa dan guru, sarana olahraga, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga kantin.

Yang tak kalah penting, peserta didik nantinya tidak dibebani biaya pendidikan maupun kebutuhan penunjang sekolah.

“Anak-anak yang bersekolah di sini nantinya tidak dikenakan biaya. Semuanya ditanggung pemerintah, mulai dari pakaian, perlengkapan sekolah seperti buku dan kebutuhan lainnya. Jadi, anak-anak nantinya datang ke sekolah hanya membawa pakaian yang melekat di badan karena seluruh kebutuhannya sudah ditanggung pemerintah,” jelas Eka Putra.

Prioritaskan Keluarga Desil 1 dan 2

Terkait calon peserta didik, Bupati menyebut penerima manfaat utama Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Jika masih tersedia kuota, peserta didik dari kelompok desil 3, 4 dan 5 dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan Kementerian Sosial.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kementerian Sosial saat ini juga mempersiapkan tenaga pendidik serta melakukan pendataan calon siswa yang memenuhi persyaratan. Pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut direncanakan mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.

Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam.

Baca Juga  20 Tahun Terisolasi Lumpur, 'Jalur Neraka' Bukit Hujan Dharmasraya Akhirnya Dibangun Jalan Beton

“Atas nama Pemerintah Daerah bersama DPRD dan Pemerintahan Nagari, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Nagari Tanjung Alam, keluarga besar Bapak Doni Oskaria, dan secara khusus kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk membangun Sekolah Rakyat yang insyaallah merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengapresiasi dukungan masyarakat, khususnya warga Nagari Tanjung Alam, terhadap pembangunan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, tersedianya lahan sekitar 23 hektare tidak terlepas dari dukungan tokoh masyarakat dan para pemilik lahan. Kolaborasi tersebut turut memperlancar proses penyediaan lahan hingga persiapan pembangunan.

“Begitu juga dengan akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat. Ini tentu berkat dukungan dan kerja sama seluruh pihak sehingga persiapannya dapat kita tuntaskan,” kata Anton.

Ia berharap dukungan masyarakat terus berlanjut hingga pembangunan Sekolah Rakyat selesai. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan di Tanah Datar.

Sekolah Rakyat di Tanjung Alam diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pengembangan potensi anak secara terpadu. Dengan dukungan fasilitas pendidikan, asrama dan berbagai sarana penunjang, program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak. (*)