BeritaDaerahHeadlineKota Solok

Wawako Suryadi Buka Lomba Marandang SMA se-Kota Solok, Tradisi Minangkabau Jadi Bekal Generasi Muda

×

Wawako Suryadi Buka Lomba Marandang SMA se-Kota Solok, Tradisi Minangkabau Jadi Bekal Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wawako Suryadi Buka Lomba Marandang Tingkat SMA se-Kota Solok
MARANDANG TINGKAT SMA- Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal membuka Lomba Marandang tingkat SLTA se-Kota Solok di Istiqlal Park, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian tradisi kuliner Minangkabau sekaligus mengenalkan nilai budaya dan peluang ekonomi kepada generasi muda. (FOTO: Dok Diskominfo Kota Solok)

SOLOK, POLIKATA.COM – Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal resmi membuka lomba marandang tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Solok yang digelar di Istiqlal Park, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Solok tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi marandang kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Suryadi Nurdal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada HIPMI Kota Solok yang telah menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba marandang bukan sekadar kompetisi memasak, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai budaya dan karakter kepada generasi muda.

“Marandang bukan sekadar proses memasak daging dengan bumbu dan santan hingga menghitam. Marandang adalah pembentukan karakter, warisan tradisi, dan karya seni kuliner Minangkabau yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan, seperti kesabaran, keuletan, ketelitian, dan gotong royong,” ujar Suryadi.

Baca Juga  PUPR Padang Rehabilitasi Drainase Tabing Banda Gadang, Tekan Risiko Genangan Saat Hujan

Ia menilai tradisi marandang merupakan warisan turun-temurun yang memiliki filosofi dan kearifan lokal. Karena itu, generasi muda perlu dikenalkan dengan tradisi tersebut sejak dini agar keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Jika generasi muda tidak diperkenalkan sejak dini, dikhawatirkan tradisi ini akan terkikis oleh zaman,” katanya.

Selain memiliki nilai budaya, Suryadi menyebut randang juga mempunyai potensi ekonomi yang besar. Kemampuan mengolah randang, menurutnya, dapat menjadi bekal keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda.

“Di balik kelezatannya, randang adalah komoditas ekonomi yang luar biasa. Membekali generasi muda dengan keahlian ini, kita sama saja membuka peluang usaha dan kemandirian ekonomi di masa depan,” tuturnya.

Suryadi berharap lomba tersebut tidak hanya melahirkan peserta yang mampu menghasilkan randang dengan cita rasa terbaik, tetapi juga generasi muda yang memahami nilai dan filosofi di balik proses marandang.

Baca Juga  Solok Selatan Raih Anugerah Adinata Syariah 2026, Komitmen Kembangkan Ekonomi Syariah Sumbar Makin Kuat

Ia pun mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan mengajak mereka menjadikan kegiatan tersebut sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi.

“Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, jadikan lomba ini sebagai ajang belajar dan silaturahmi,” ujarnya.

Kepada dewan juri, Suryadi berpesan agar proses penilaian dilakukan secara objektif sehingga pemenang yang dihasilkan benar-benar memiliki kemampuan dalam mengolah randang sekaligus memahami filosofi marandang secara utuh.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Solok berharap tradisi kuliner Minangkabau tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus berkembang menjadi peluang ekonomi kreatif bagi anak muda di daerah tersebut. (*)