BeritaDaerahPadang Panjang

Padang Panjang Siaga! Wako Hendri Arnis Desak Kesiapsiagaan Bencana yang Terukur

×

Padang Panjang Siaga! Wako Hendri Arnis Desak Kesiapsiagaan Bencana yang Terukur

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menegaskan Dokumen Rencana Kontingensi harus menjadi pedoman operasional nyata untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana.
SIAGA BENCANA- Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menghadiri penutupan Workshop Grand Design Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Kota Padang Panjang di Campago Hotel and Resort, Bukittinggi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana secara terukur dan terarah.

BUKITTINGGI, POLIKATA.COM – Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi sebagai pedoman penanganan kondisi darurat yang cepat, terarah, dan terkoordinasi.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Hendri Arnis saat menutup Workshop Grand Design Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Kota Padang Panjang di Campago Hotel and Resort, Bukittinggi, Rabu (23/7/2026) lalu.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juli 2026 itu, diselenggarakan BPBD Kesbangpol sebagai langkah awal menyusun dokumen yang akan menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Selama kegiatan, peserta menyamakan persepsi terkait ruang lingkup, metodologi, skenario ancaman, serta tahapan penyusunan dokumen. Forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan mengenai jenis ancaman prioritas yang akan dimasukkan dalam Dokumen Rencana Kontingensi sekaligus memperjelas peran masing-masing instansi dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga  Wardah Foundation Salurkan Beasiswa CSR Lewat Baznas Padang Panjang, Bantu 18 Pelajar

Dalam sambutannya, Wako Hendri menegaskan, kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan koordinasi lintas sektor dan perencanaan yang matang.

“Dokumen Rencana Kontingensi ini bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan pedoman operasional yang akan digunakan saat kondisi darurat terjadi. Karena itu, penyusunannya harus berbasis data, disusun secara komprehensif, serta melibatkan seluruh pihak yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Menurut Hendri, keberadaan dokumen tersebut akan memperkuat koordinasi antarlembaga sehingga setiap unsur mengetahui tugas dan tanggung jawabnya ketika terjadi bencana. Ia berharap hasil workshop segera ditindaklanjuti menjadi dokumen yang aplikatif, mudah diimplementasikan, dan mampu meningkatkan efektivitas penanganan bencana di lapangan.

Baca Juga  Harga Terjangkau, Warga Serbu Pasar Murah di Gedung M. Sjafei Padang Panjang

“Saya berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun selama workshop ini terus dipertahankan. Dengan perencanaan yang baik dan kesiapsiagaan yang terukur, kita dapat meminimalkan risiko bencana, melindungi masyarakat, serta memperkuat ketangguhan Kota Padang Panjang dalam menghadapi berbagai ancaman di masa mendatang,” tutupnya.

Workshop menghadirkan Direktur DRR Indonesia sekaligus Konsultan Penanggulangan Bencana, Revanche Jefrizal sebagai narasumber yang memaparkan materi mengenai penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi berdasarkan standar dan praktik terbaik dalam manajemen risiko bencana. (*)