PADANG, POLIKATA.COM- Pemerintah Kecamatan Padang Barat mulai mempersiapkan berbagai langkah menyambut peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Selain melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pemilik bangunan di kawasan Kota Tua, kecamatan juga mendorong percepatan penataan kawasan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata dan ekonomi.
Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, mengatakan pihaknya bersama jajaran kelurahan akan segera mensosialisasikan pelaksanaan HJK kepada seluruh pedagang serta pemilik bangunan yang beraktivitas di sepanjang kawasan Kota Tua, khususnya di lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Persiapan tersebut juga akan diselaraskan dengan pembangunan trotoar oleh Dinas PUPR sebagai bagian dari program percepatan pembangunan Pemerintah Kota Padang.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang dan pemilik bangunan di kawasan Kota Tua. Bersamaan dengan itu, akan ada percepatan pembangunan, termasuk penataan trotoar untuk mendukung program Wali Kota dan pelaksanaan HJK,” ujar Diko, seperti dilansir padang.go.id, Rabu (17/6/2026).
Selain kesiapan infrastruktur, Kecamatan Padang Barat juga mendorong pengembangan Pasar Tanah Kongsi sebagai pusat “living heritage gastronomy market”. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai simpul warisan budaya hidup yang memadukan tradisi berniaga, kuliner, serta interaksi sosial masyarakat multi-etnis. Konsep ini sekaligus disinergikan dengan Progul Jelajah Padang yang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Padang.
Diko menambahkan, penyelenggaraan HJK diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Berkaca dari pelaksanaan kegiatan di kawasan Siti Nurbaya pada tahun-tahun sebelumnya, perputaran uang bagi pelaku UMKM mampu mencapai hampir Rp500 juta.
Dengan konsep baru yang lebih segar pada HJK 2026, manfaat ekonomi diharapkan semakin dirasakan oleh pedagang, pelaku usaha kuliner, restoran, hingga sektor penginapan di sepanjang kawasan Batang Arau.
“Melihat pengalaman sebelumnya, perputaran uang untuk UMKM saja hampir mencapai Rp500 juta. Dengan konsep baru yang disiapkan tahun ini, kami optimistis dampaknya akan lebih luas bagi pedagang, rumah makan, restoran, hingga penginapan di kawasan Batang Arau,” tuturnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pelaksanaan HJK 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas Kota Tua sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. (*)












