AgamBeritaDaerah

Meriah! Pawai Bendi Khatam Al-Qur’an Ke-49 di Sawah Dangka Agam Cetak Generasi Madani

×

Meriah! Pawai Bendi Khatam Al-Qur’an Ke-49 di Sawah Dangka Agam Cetak Generasi Madani

Sebarkan artikel ini
PAWAI BENDI- Suasana semarak mewarnai pelaksanaan Pawai Khatam Al-Qur'an ke-49 MDTA Sawah Dangka, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Minggu (28/6/2026). Sebanyak 12 santri yang telah menamatkan bacaan Al-Qur'an diarak keliling kampung menggunakan bendi.

AGAM, POLIKATA.COM- Suasana semarak mewarnai pelaksanaan Pawai Khatam Al-Qur’an ke-49 MDTA Sawah Dangka, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Minggu (28/6/2026).

Sebanyak 12 santri yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an diarak keliling kampung menggunakan bendi, sebagai bentuk perayaan atas pencapaian mereka dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an.

Khatam Al-Qur’an ini diapresiasi Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi saat melepas rombongan pawai.

Ia menegaskan bahwa tradisi khatam Al-Qur’an merupakan warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

“Kegiatan ini harus terus dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam membina generasi yang berkarakter dan beriman,” ujarnya.

Baca Juga  Batang Kuranji Meluap lagi, 3 Rumah Warga Rusak Berat

Menurut Mhd Lutfi, Pemerintah Kabupaten Agam memiliki visi mewujudkan Agam Madani, yang tidak hanya menekankan kecerdasan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga kekuatan iman.

Hal tersebut katanya, harus diawali dengan kemampuan generasi muda membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Bagaimana kita menciptakan masyarakat madani, generasi yang memiliki kecerdasan yang baik, kesehatan yang baik dan keimanan yang kuat. Semua itu tentu diawali dari kemampuan membaca Al-Qur’an. Ini menjadi hal yang wajib kita laksanakan,” katanya.

Ia menyebut, khatam Al-Qur’an merupakan momentum penting dalam perjalanan pendidikan agama seorang anak. Momen tersebut harus dijaga sebagaimana peristiwa penting lainnya dalam kehidupan, seperti kelahiran maupun khitanan.

Baca Juga  Pacu Bugih, Tradisi Minangkabau yang Hampir Terlupakan

“Khatam Al-Qur’an adalah momentum tumbuh kembang anak yang harus terus dijaga. Anak-anak yang khatam harus benar-benar memiliki standar bacaan Al-Qur’an yang baik,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap pembinaan tidak berhenti setelah khatam, tetapi terus diarahkan agar anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, termasuk meningkatkan kemampuan menghafalnya.

“Tugas kita selanjutnya adalah membimbing mereka agar menjadi hafiz dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.

Mhd Lutfi juga mengaku bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan khatam Al-Qur’an di Kabupaten Agam. (*)