BeritaPadang

Pasar Tanah Kongsi Jadi Kawasan Heritage Kuliner, Pemko Padang Pacu Daya Saing Ekonomi

×

Pasar Tanah Kongsi Jadi Kawasan Heritage Kuliner, Pemko Padang Pacu Daya Saing Ekonomi

Sebarkan artikel ini
PENGEMBANGAN PASAR SATELIT—Pemko Padang memperkuat komitmen mengembangkan delapan pasar satelit sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya, Pasar Tanah Kongsi sebagai kawasan heritage dengan menonjolkan daya tarik kuliner legendaris, seduhan kopi khas, serta berbagai komoditas produk nonbahan pokok.

PADANG, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan delapan pasar satelit yang tersebar di berbagai wilayah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Langkah strategis ini ditempuh melalui akselerasi peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga pemetaan potensi unggulan lokal yang disesuaikan dengan karakteristik unik masing-masing pasar agar mampu bersaing di era modern.

“Saat ini Kota Padang memiliki delapan pasar satelit. Dua di antaranya sudah berstandar SNI, yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi. Tahun ini kami mempersiapkan Pasar Ulak Karang menjadi pasar SNI sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pasar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, saat memberikan keterangan resmi terkait peta jalan pengembangan pasar rakyat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Komedian Temon Templar Meninggal Dunia Usia 59 Tahun, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain fokus membidik sertifikasi SNI untuk Pasar Ulak Karang, Dinas Perdagangan bersama pihak kecamatan dan tokoh masyarakat setempat tengah merancang konsep khusus untuk Pasar Tanah Kongsi. Pasar ini nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan heritage dengan menonjolkan daya tarik kuliner legendaris, seduhan kopi khas, serta berbagai komoditas produk nonbahan pokok.

Sementara untuk Pasar Banda Buek, Pemko Padang memprioritaskan perbaikan fasilitas pendukung terlebih dahulu sebelum melakukan penataan menyeluruh terhadap pedagang ke lantai atas demi menciptakan atmosfer belanja yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Kendati demikian, Fizlan tidak menampik bahwa sejumlah pasar satelit yang belum mengantongi standar SNI masih memerlukan pembenahan fisik yang cukup besar. Fokus utama perbaikan saat ini tertuju pada pembenahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), optimalisasi saluran drainase untuk mencegah genangan, serta penyediaan fasilitas penunjang higienitas lainnya yang langsung menyentuh kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

Baca Juga  BKPSDM Pegang Kendali, Absen ASN Pemko Padang Tak Bisa Lagi Main Mata

“Kami sudah menganggarkan perbaikan IPAL, terutama di Pasar Belimbing. Meski ada efisiensi anggaran, kebutuhan sarana dan prasarana pasar tetap menjadi prioritas. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar pemenuhan IPAL di seluruh pasar satelit dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2028,” tambah Fizlan.

Melalui keseriusan dan koordinasi lintas sektoral hingga ke tingkat pusat ini, Pemko Padang berharap seluruh pasar satelit dapat bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan tradisional yang representatif. (red)