BeritaHeadlinePadang

Rasyid, Zafran, Kami Menunggumu: Doa Bersama Siswa SDN 06 Kampung Lapai untuk Sahabat yang Hilang di Laut

×

Rasyid, Zafran, Kami Menunggumu: Doa Bersama Siswa SDN 06 Kampung Lapai untuk Sahabat yang Hilang di Laut

Sebarkan artikel ini
MENGETUK PINTU LANGIT- Kepala SDN 06 Kampung Lapai, Abdullah Ginting memimpin doa bersama dengan majelis guru dan seluruh siswa, mengetuk pintu langit agar pencarian Rasyid dan Zafran membuahkan hasil, Selasa (21/4/2026).

PADANG, POLIKATA.COM – Suasana haru menyelimuti halaman SDN 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, pada Selasa (21/4/2026) pagi. Tidak ada riuh rendah tawa siswa seperti biasanya. Sebagai gantinya, lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama bergema khusyuk, dipanjatkan khusus untuk dua siswa mereka, Rasyid dan Zafran, yang kini memasuki hari keempat pencarian setelah terseret ombak di Pantai Ulak Karang.

Kepala Sekolah, majelis guru, hingga seluruh siswa tampak menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca. Sejak peristiwa nahas yang terjadi di belakang Kampus Universitas Bung Hatta (UBH) tersebut, sekolah merasa kehilangan separuh nyawanya.

“Kami semua di sini adalah keluarga. Rasyid dan Zafran adalah anak-anak kami. Hari ini kami mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar memberikan keajaiban,” ujar Kepala SDN 06 Kampung Lapai Abdullah Ginting, dengan suara yang bergetar, saat memimpin doa bersama.

Baca Juga  Bayu Wandira Guru SDN 17 Payakumbuh Raih Juara I Ajang HEBAT 2026

Hingga hari keempat ini Selasa (21/4/2026), Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, serta relawan terus berjibaku melawan gelombang laut Pantai Ulak Karang yang tak menentu. Meski luas area pencarian telah diperlebar, keberadaan kedua bocah tersebut belum juga membuahkan titik terang.

Di sekolah, teman-teman sekelas Rasyid, siswa kelas 2 A dan Zafran, siswa kelas 3 B, tak mampu menyembunyikan kesedihan. Beberapa kursi di ruang kelas yang biasanya terisi, kini kosong, menyisakan kenangan tentang tawa dan semangat belajar kedua sahabat tersebut.

Harapan untuk Pulang

Berita ini bukan sekadar cerita tentang musibah, melainkan sebuah jeritan hati dari lingkungan pendidikan yang berharap anak didik mereka kembali. Guru-guru mengenang Rasyid dan Zafran sebagai sosok yang ceria.

“Harapan kami hanya satu, mereka ditemukan. Kami ingin mereka kembali ke pelukan orang tua di rumah. Kami ingin melihat mereka kembali berseragam sekolah dan bermain lagi di sini,” ungkap Ummi Suhaimi, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), sambil menyeka air mata.

Baca Juga  Nobar Piala Dunia 2026 Padang Panjang: Spanyol Menang, Warga Padati Pasar Pusat

Melalui aksi doa bersama ini, pihak sekolah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga maupun doa. Semangat gotong royong dan kemanusiaan kini menjadi sandaran utama bagi keluarga korban yang tengah menanti kepastian di bibir pantai.

Dunia pendidikan Kota Padang kini berduka, namun harapan belum padam. Di bawah langit mendung yang menggelayut Kota Padang, doa-doa terus dipanjatkan agar Rasyid dan Zafran segera ditemukan dan dibawa pulang ke rumah, tempat di mana kasih sayang orang tua telah menanti dengan sabar. (red)