PADANG, POLIKATA.COM— Gun Sugianto, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beserta jajaran pengurus untuk periode 2025-2030. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dekopin Pusat, Bambang Haryadi, di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Sabtu (4/7/2026).
Ketua Pelaksana Kegiatan, Riko Andrian Putra, menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi serta mendukung penuh jalannya acara hingga terlaksana dengan sukses.
Usai dilantik, Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto, menegaskan komitmennya untuk segera mengeksekusi visi-misi organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Dekopin. Langkah ini merujuk pada amanat Pasal 57 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
“Dekopin merupakan wadah tunggal untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi gerakan koperasi agar semakin berdaya. Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memajukan dunia perkoperasian hingga ke pelosok daerah,” ujar Gun.
Ia juga menambahkan bahwa Dekopinwil Sumbar berkomitmen penuh mendukung kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Koperasi, dan Pemprov Sumbar demi mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945. “Perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Pemprov Sumbar saat ini tengah menyiapkan terobosan baru di sektor yang belum terjamah maksimal.
“Saat ini kami sedang menyiapkan pembentukan koperasi olahraga dan koperasi tambang rakyat. Ini menjadi bagian dari strategi memperluas peran koperasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Vasko.
Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, mengingatkan pengurus baru tentang pentingnya mengembalikan marwah Sumbar sebagai tanah kelahiran Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta. Ia menekankan tantangan terbesar saat ini adalah meyakinkan publik bahwa koperasi bukanlah sistem yang usang.
“Negara-negara maju di Eropa justru mengadopsi konsep koperasi, bahkan hingga ke klub-klub besar di Piala Dunia. Di bawah kepemimpinan Gun Sugianto, Dekopinwil Sumbar harus mampu memaksimalkan gerakan ini dan membuktikan koperasi tetap relevan,” kata Bambang.
Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, ikut mendorong agar koperasi di Sumbar melakukan lompatan besar. Koperasi diimbau tidak lagi terjebak hanya pada bisnis simpan pinjam, melainkan berani bertransformasi ke sektor riil yang produktif.
Pemerintah juga menyediakan stimulus finansial besar bagi koperasi yang mau berkembang. “Koperasi yang memiliki usaha produktif di sektor riil kini dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan plafon hingga Rp250 miliar, tentunya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Zabadi.
Dengan modal sejarah yang kuat, Sumbar diharapkan mampu melahirkan koperasi-koperasi besar berbasis digital dan modern yang dapat menjadi proyek percontohan (role model) untuk direplikasi di tingkat nasional. (*)






