BeritaDaerahPasaman Barat

Membasuh Rindu Adat di Talamau: Saat Bupati Yulianto Larut dalam Tradisi Babimba

×

Membasuh Rindu Adat di Talamau: Saat Bupati Yulianto Larut dalam Tradisi Babimba

Sebarkan artikel ini
TRADISI BABIMBA- Bunyi talempong dan gerak gemulai tari persembahan menyambut kedatangan Bupati Pasaman Barat, Yulianto, di Kampung Mudik Simpang, Minggu (5/4/2026). Hari itu, Nagari Timbo Abu Kajai tidak sedang menggelar acara biasa; mereka sedang merawat ingatan leluhur melalui tradisi Babimba.

PASBAR, POLIKATA.COM- Bunyi talempong dan gerak gemulai tari persembahan menyambut kedatangan Bupati Pasaman Barat, Yulianto, di Kampung Mudik Simpang, Minggu (5/4). Hari itu, Nagari Timbo Abu Kajai tidak sedang menggelar acara biasa; mereka sedang merawat ingatan leluhur melalui tradisi Babimba.

Suasana kekeluargaan terasa kental saat Bupati berbaur dengan niniak mamak dan warga dalam prosesi makan baadaik serta baarak balimau. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pemersatu yang mengikat erat silaturahmi antarwarga di tengah gempuran zaman modern.

“Melihat kebersamaan ini, saya merasa bangga. Tradisi Babimba adalah cermin jati diri kita yang berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” ujar Yulianto dengan nada haru.

Baca Juga  Presiden Prabowo Hadiri May Day 2026 di Monas, Jumhur Hidayat: Terima Kasih Telah Satukan Buruh

Ia berharap semangat gotong royong ini menular ke nagari-nagari lain di Pasaman Barat.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran DPRD, Dinas Pariwisata, hingga tokoh adat setempat. Rangkaian prosesi adat seperti baarak balimau menjadi daya tarik utama yang memperlihatkan kekompakan masyarakat Mudik Simpang.

“Ini bukan sekadar perayaan, tapi modal sosial kita untuk membangun daerah. Kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama agar Pasaman Barat bisa bersaing, bahkan di tingkat internasional,” tegas Yulianto

Baca Juga  Berbahagia di Hari Lebaran, 133 Anak Yatim Terima Santunan di Masjid Agung Nurul Ilmi Pasbar

Tak hanya soal adat, Yulianto juga menitipkan pesan masa depan. Di hadapan tokoh masyarakat, ia menekankan bahwa pelestarian budaya adalah fondasi utama mencetak Generasi Emas 2045 yang berkarakter.

Ia juga mengajak warga menyambut Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) mendatang dengan semangat kekeluargaan agar terpilih pemimpin yang tulus melayani.

Sementara itu, Wali Nagari Timbo Abu Kajai, Taufik Hidayat, mengapresiasi kehadiran Bupati yang dinilai menjadi suntikan motivasi bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur. (red)