BeritaPadangSumatera Barat

Sosok Irjen Djati Wiyoto Abadhy, Jenderal Intelijen Teman Seangkatan Kapolri yang Kini Jadi Kapolda Sumbar

×

Sosok Irjen Djati Wiyoto Abadhy, Jenderal Intelijen Teman Seangkatan Kapolri yang Kini Jadi Kapolda Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG, POLIKATA.COM – Gerbong mutasi di tubuh Korps Bhayangkara kembali bergerak panas. Kali ini, tongkat komando tertinggi di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat resmi berpindah tangan.

Lewat Surat Telegram rahasia Nomor ST/960/V/KEP./2026, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi mendapuk Irjen Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar yang baru.

Bukan orang sembarangan, Irjen Djati adalah kawan akrab sang Kapolri. Keduanya merupakan abituren alias lulusan Akpol 1991.

Ditunjuknya sang jenderal ahli intelijen ini bukan tanpa alasan. Djati diplot menggantikan Irjen Gatot Tri Suryanta untuk memastikan Sumbar tetap kondusif dan bersih dari skandal.

Rekam jejak Djati pun terbilang mentereng. Sebelum “mendarat” di Padang, ia sudah kenyang makan asam garam di dunia intelijen dan operasional. Pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Kaltara, Djati dikenal sebagai sosok yang jeli mengendus pergerakan kriminal.

Kariernya banyak ditempa di satuan intelijen Polri, mulai dari tingkat daerah hingga Mabes Polri. Pengalaman itu membuatnya dikenal sebagai salah satu perwira spesialis intelijen dan keamanan strategis.

Baca Juga  Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026, Sukseskan Pariaman Barayo

Perjalanan pendidikan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy terbilang lengkap di lingkungan kepolisian. Ia menempuh berbagai pendidikan pengembangan Polri hingga tingkat tertinggi.

Publik Ranah Minang menaruh harapan besar di pundak Djati. Maklum, Polri ogah kecolongan lagi seperti kasus “Barang Haram” yang menjerat mantan Kapolda Sumbar, Teddy Minahasa, beberapa waktu silam. Dengan segudang pengalaman di Baintelkam, Irjen Djati diharapkan mampu menyikat bersih segala bentuk pelanggaran dan menjaga marwah kepolisian di wilayah hukum Sumbar.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” kata Johnny, dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  8.181 Warga Pilih Kereta Api Saat Maulid Nabi di Sumbar, Pariaman Ekspres Paling Diminati

Tantangan di Ranah Minang

Masyarakat Sumatera Barat menaruh harapan besar di pundak Irjen Pol Djati. Tantangan besar sudah menanti, mulai dari penguatan restorative justice yang selaras dengan kearifan lokal “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, hingga penuntasan kasus-kasus yang menjadi atensi publik.

Dengan latar belakang intelijen yang kuat, Irjen Pol Djati diharapkan mampu melakukan pendekatan preventif dalam menjaga kondusivitas Sumbar, terutama dalam merangkul tokoh adat (LKAAM) dan tokoh agama guna menciptakan keamanan yang humanis.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) rencananya akan digelar di Mabes Polri dalam waktu dekat, disusul dengan rangkaian tradisi pedang pora di Mapolda Sumbar, Padang.

Selamat bertugas, Jenderal! Rakyat Sumbar menanti aksi nyata, bukan sekadar kata-kata!” (red)