SOLSEL, POLIKATA.COM — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyiapkan pengembangan besar-besaran objek wisata Hot Waterboom Sapan Maluluang di Kecamatan Pauh Duo. Pembenahan kawasan wisata andalan tersebut direncanakan mulai 2027 dengan konsep yang lebih beragam, tidak hanya mengandalkan daya tarik kolam air panas.
Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memperluas pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung. Pemerintah daerah menargetkan kawasan tersebut nantinya memiliki berbagai wahana air dan wahana kering yang dapat dinikmati pengunjung dari berbagai kelompok usia.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan pengembangan Hot Waterboom Sapan Maluluang harus diarahkan menjadi kawasan wisata yang lebih menarik dan memiliki beragam pilihan wahana.
“Ke depan kita akan dorong pengembangan wahana wisata yang lebih beragam, tidak hanya mengandalkan air panas, tetapi juga wahana kering,” kata Khairunas saat mengunjungi Hot Waterboom Sapan Maluluang, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, pembangunan fasilitas wisata tidak cukup hanya mengejar penambahan wahana. Aspek kebersihan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian utama dalam setiap pengembangan kawasan.
Khairunas menekankan seluruh fasilitas yang tersedia nantinya harus mampu memberikan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, mengatakan sejumlah fasilitas baru telah masuk dalam rencana pengembangan kawasan tersebut.
Di antaranya pembangunan pondok penginapan atau cottage, taman bermain luar ruang (outdoor) untuk anak-anak, kolam arus, hingga ruangan spa.
“Selain itu juga rencananya akan dilakukan pembangunan kolam arus hingga ruangan spa. Rencananya akan dimulai tahun depan,” ujar Pamil.
Pengembangan Hot Waterboom Sapan Maluluang akan dilakukan secara bertahap dalam skema multiyears. Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran berada pada kisaran Rp5 miliar hingga Rp7 miliar.
Dengan investasi tersebut, Hot Waterboom Sapan Maluluang diharapkan tidak hanya menjadi lokasi rekreasi air, tetapi berkembang sebagai destinasi wisata keluarga yang menawarkan pengalaman lebih lengkap.
Pemkab Solok Selatan juga melihat pengembangan kawasan wisata tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Semakin banyak wisatawan yang datang diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari perdagangan, jasa, hingga sektor pendukung pariwisata lainnya.
Namun, pengembangan infrastruktur wisata harus diikuti dengan peningkatan pelayanan dan pengelolaan kawasan. Pemerintah daerah berharap masyarakat dan tokoh masyarakat ikut menjaga kenyamanan wisatawan.
“Tidak ada lagi pungutan liar maupun parkir liar yang membuat pengunjung merasa kurang nyaman,” demikian penekanan pemerintah daerah.
Dengan pembenahan fasilitas, penambahan wahana, serta penguatan pengelolaan kawasan, Hot Waterboom Sapan Maluluang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata keluarga unggulan Solok Selatan yang semakin kompetitif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. (*)












