PASAMAN BARAT, POLIKATA.COM — Halaman Kantor Bupati Pasaman Barat dipadati lebih dari 3.000 anggota Gerakan Pramuka dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Rabu (26/8). Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Pasaman Barat tersebut menjadi momentum memperkuat pembinaan karakter, keterampilan, kemandirian, dan kepedulian generasi muda.
Apel dipimpin Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mewakili Bupati Pasaman Barat. Dalam kesempatan itu, Doddy bertindak sebagai pembina apel sekaligus membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, pembina dan pelatih Pramuka, kepala sekolah, Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), unsur TNI-Polri, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pembinaan kepramukaan di daerah itu.
Dalam amanatnya, Doddy menyampaikan Gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi bangsa. Banyak anggota Pramuka yang kemudian mengabdikan diri sebagai pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Trisatya dan Dasa Dharma menjadi fondasi penting untuk membentuk pribadi yang tangguh dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, peringatan Hari Pramuka tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas.
“Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong memiliki budaya produktif, mencintai sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, serta peduli terhadap lingkungan. Anggota Pramuka juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak usia muda,” kata Doddy.
Ia menegaskan, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan kepramukaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter kuat, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 dan Jambore Nasional ke-12 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua pemerintah, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian nasional.
Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Yulius, mengapresiasi pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 di Pasaman Barat. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Yulius mengatakan, perkembangan teknologi membawa manfaat besar, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi. Generasi muda membutuhkan lingkungan pembinaan yang mampu mengarahkan mereka menggunakan teknologi secara sehat dan produktif.
“Perkembangan teknologi membawa dampak positif sekaligus negatif. Karena itu, generasi muda membutuhkan wadah pembinaan yang mampu mengarahkan mereka agar tidak terjerumus dalam perundungan, penyalahgunaan narkoba, penyimpangan perilaku, dan berbagai persoalan sosial lainnya,” ujar Yulius.
Ia menilai Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang berakhlak, berkarakter, mandiri, sekaligus memiliki berbagai keterampilan.
Yulius juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terhadap kegiatan kepramukaan, baik di tingkat Sumatera Barat maupun nasional. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan anggota Pramuka di daerah.
Menurutnya, kontribusi Pasaman Barat dalam melengkapi peserta Sumatera Barat pada Jambore Nasional sebelumnya menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak terhadap pengembangan Gerakan Pramuka.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kwarcab, sekolah, pembina, pelatih, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat.
“Dengan sinergi yang kuat, Gerakan Pramuka di Pasaman Barat diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang berkualitas,” katanya.
Diikuti Ribuan Peserta
Ketua Panitia Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Ahmad Romi, melaporkan kegiatan tersebut diikuti lebih dari 3.000 anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.
Selain apel, rangkaian peringatan juga diisi pawai dengan rute dari Kantor Bupati Pasaman Barat menuju jalur yang telah ditentukan panitia. Kegiatan turut dimeriahkan bazar Siaga dan lomba melukis lambang Siaga.
Berbagai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengasah kreativitas, keterampilan, kekompakan, dan semangat kebersamaan.
Semarak ribuan anggota Pramuka di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat sekaligus menunjukkan bahwa gerakan kepanduan masih memiliki tempat penting dalam pembinaan generasi muda, terutama untuk menanamkan karakter, kemandirian, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian sejak dini. (*)











