POLIKATA.COM – Pasti cukup banyak pemilik kucing yang kerepotan ketika kucing mengalami demam. Demam pada kucing memang bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Pasalnya, demam tersebut bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Oleh karena itu, pemilik kucing harus rajin dalam mencari informasi terkait dengan demam yang terjadi pada kucing. Agar lebih memudahkan para pemilik kucing untuk memahami kondisi tersebut, maka artikel ini membahas gejala, penyebab, dan cara pengobatan untuk kucing yang mengalami demam.
Inilah Berbagai Gejala Demam pada Kucing
Di antara berbagai jenis penyakit pada kucing, demam adalah salah satu penyakit yang sering menyerang kucing. Sebenarnya, ada banyak tanda-tanda kucing mengalami demam. Namun, banyak juga pemilik kucing yang tidak memahami apa saja ciri-ciri demam tersebut.
Dengan mengetahui berbagai tanda kucing yang mengalami demam, para pemilik kucing bisa segera membawa kucing ke dokter hewan untuk diobati atau memberikan obat demam yang bagus untuk kucing. Oleh karena itu, berikut kami berikan berbagai gejala yang umum dialami oleh kucing yang mengalami demam.
1. Lemas
Kucing yang mengalami demam akan menjadi lesu. Kucing ini akan menjadi lebih pendiam dan tidak aktif bergerak. Hal itu dikarenakan kucing merasa tubuhnya sedang tidak sehat sehingga kucing mengalami penurunan nafsu makan.
Hal itulah yang akhirnya bisa menjadikan asupan nutrisi pada tubuh kucing menjadi berkurang. Jika itu terus dibiarkan, maka kucing akan kekurangan energi sehingga menjadi lemas.
Rasa lesu pada kucing juga bisa diakibatkan oleh peningkatan suhu tubuh karena demam yang dialami oleh kucing. Suhu tinggi itulah yang menjadikan kucing merasa stress sehingga lebih memilih untuk diam.
2. Bau Mulut
Tanda-tanda lain pada kucing demam adalah bau mulut. Karena kucing memilih untuk tidak makan ketika sedang mengalami demam, maka itu akan menyebabkan kucing mengalami bau mulut sebab tidak ada makanan yang dikunyah.
3. Muntah
Kucing yang mengalami demam juga akan muntah-muntah. Pasalnya, demam yang dialami oleh kucing akan mengganggu bagian pencernaan kucing juga. Hal itulah yang akhirnya menjadikan kucing mengalami muntah-muntah akibat kucing tidak bisa mencerna makanan yang mereka makan.
4. Tidak Nafsu Makan
Gejala demam pada kucing yang selanjutnya adalah turunnya nafsu makan. Jadi, jika kucing yang biasanya suka makan lalu menjadi tidak nafsu makan, maka itu bisa dicurigai sebagai demam yang terjadi pada kucing.
5. Tidur Lama
Kucing memang suka tidur, tetapi kucing yang mengalami demam akan tidur terus-terusan dalam waktu yang lama. Kucing demam juga mempunyai posisi tidur yang mendekam. Jadi, jika kucing tidur terus-terusan dengan posisi mendekam, hal itu bisa menjadi salah satu ciri kucing sedang demam.
6. Kerontokan Bulu
Kucing yang terserang demam akan lebih rentan terserang oleh penyakit lainnya. Nah, jika kucing menderita penyakit lain secara bersamaan, itu akan menjadikan bulu kucing mudah rontok.
Pada kondisi yang parah, kerontokan bisa menjadi sangat banyak sehingga tanda bulu yang rontok harus menjadi salah satu ciri demam yang dipahami oleh semua pecinta kucing.
Beberapa Penyebab Demam yang Terjadi pada Kucing
Setelah memahami tentang berbagai gejala demam yang umum dirasakan oleh kucing, kini saatnya membahas tentang beberapa penyebab demam yang dialami oleh kucing. Dengan mengetahui penyebabnya, maka pemilik kucing bisa mengetahui cara penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab demam tersebut.
1. Infeksi Jamur
Kucing yang terinfeksi oleh jamur akan mengalami demam. Jadi, kucing tidak hanya merasakan gatal pada kulit, jamur juga bisa menjadikan kucing mengalami kenaikan suhu tubuh yang tinggi. Biasanya, jamur tersebut bisa masuk karena kucing menelan atau menghirup sesuatu yang terdapat jamur di dalamnya.
2. Infeksi Bakteri
Ya, kucing juga mudah mengalami infeksi bakteri. Hal ini sering terjadi jika kucing suka bermain di luar rumah yang kotor. Contohnya adalah di lumpur atau tanah. Oleh karena itu, pastikan bahwa kucing tidak berguling-guling di tanah atau lumpur.
Pasalnya, tanah dan lumpur memang mengandung banyak bakteri yang berbahaya untuk kucing dan manusia. Bakteri itulah yang nantinya menyebabkan kucing menjadi demam.
3. Efek Samping Obat
Penggunaan obat-obatan pada kucing juga bisa memberikan efek samping. Biasanya, pemilik kucing akan memberikan obat untuk mengatasi penyakit pada kucing. Namun, jika obat itu tidak cocok dengan kucing, maka obat itu akan menjadikan kucing mengalami demam.
4. Gangguan Metabolisme
Metabolisme kucing yang terganggu juga bisa menjadikan kucing demam. Contohnya adalah sakit radang yang sedang dialami oleh kucing.
Nah, radang tersebut menjadikan organ dalam kucing mengalami beberapa gangguan, khususnya pada area pencernaan. Pencernaan kucing yang mengalami radang akan menjadikan kucing tidak nyaman.
5. Trauma
Kucing yang mengalami trauma akan mempunyai imunitas yang lebih sedikit. Jika imun tubuh kucing menurun, maka kucing akan mudah terserang penyakit, termasuk demam. Oleh karena itu, memastikan kucing selalu merasa aman dan tidak stress adalah salah satu cara agar menghindarkan kucing dari demam dan flu.
6. Infeksi Virus
Ternyata bukan hanya infeksi jamur dan bakteri saja. Kucing juga mudah mengalami demam akibat infeksi virus. Virus yang bisa menjadi salah satu penyebab demam tersebut adalah Panleukopenia. Sebenarnya, virus jenis ini juga sering menyerang anak-anak kucing.
7. Keracunan
Kucing yang keracunan juga bisa mengalami demam parah. Keracunan yang dialami oleh kucing tersebut kebanyakan dikarenakan oleh tertelannya senyawa-senyawa beracun yang dijilati oleh kucing. Senyawa itu bisa terdapat pada barang-barang di lingkungan sekitar yang tidak disadari oleh para pemilik kucing.
Selain mengalami demam, kucing yang keracunan akan mengalami muntah, diare, dan sulit bernapas. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menjauhkan kucing dari berbagai benda yang terbuat dari senyawa berbahaya untuk kucing.
Cara Penanganan Kucing yang Demam
Nah, cara mengatasi demam pada kucing menjadi bahasan kita selanjutnya. Hal ini juga menjadi bagian terpenting yang harus diketahui oleh para pemilik kucing. Berikut adalah beberapa cara penanganan demam yang terjadi pada kucing.
- Pertama, jangan lupa untuk mengecek suhu tubuh kucing. Jadi, ketika kucing sudah menunjukkan beberapa gejala di atas, cek suhu tubuh kucing dengan memasukkan termometer ke bagian anus kucing.
- Jika suhu tubuh kucing lebih dari 39 derajat celcius, maka itu menandakan bahwa kucing sedang mengalami demam.
- Apabila suhu tinggi tersebut berlangsung lebih dari 24 jam dan tidak segera kembali ke suhu tubuh normal, maka pemilik kucing harus segera membawa kucing tersebut ke dokter hewan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait dengan penyebab demam tersebut agar bisa diberikan penanganan yang tepat.
Biasanya, pemilik kucing berinisiatif untuk memberikan obat sendiri terkait dengan demam pada kucing. Padahal, hal itu tidak boleh dilakukan tanpa anjuran atau resep dari dokter hewan. Jadi, jangan sampai memberikan obat demam pada kucing secara asal-asalan tanpa memeriksakannya kepada dokter hewan terlebih dahulu.
Intinya, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter hewan agar kucing tidak lagi mengalami demam di kemudian hari.






