LIMA PULUH KOTA, POLIKATA— Di bawah langit cerah Lapangan Kantor Bupati, Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya dalam menghadapi ancaman alam. Bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, ratusan personel gabungan menggelar apel besar pada Minggu (26/4/2026) pagi untuk memperkuat benteng pertahanan daerah terhadap potensi bencana.
Mengusung tema nasional “Siap untuk Selamat”, apel ini bukan sekadar seremoni. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Alfian, yang bertindak sebagai pembina apel, mengingatkan bahwa secara geografis, Lima Puluh Kota berada di zona rawan. Ancaman mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga kebakaran hutan (karhutla) mengintai sewaktu-waktu.
“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” tegas Alfian di hadapan barisan peserta. “Sinergi antara personel dan kesiapan sarana prasarana adalah kunci agar kita bisa meminimalisir risiko, bahkan mencapai target nol korban jiwa saat bencana melanda.”
Sinergi lintas sektoral terlihat jelas dalam barisan upacara. Perwakilan dari Polres 50 Kota, AKP Noviandri, hadir membawa satu regu personel sebagai bentuk kesiapan Polri mendukung penuh evakuasi dan pengamanan darurat. Tak ketinggalan, unsur TNI dari Kodim 0306/50 Kota, Kejaksaan, BPBD, hingga petugas Damkar dan Satpol PP berdiri tegak bersama para pelajar yang dipersiapkan sebagai generasi tangguh bencana.
Momen khidmat terasa saat pembacaan Ikrar Kesiapsiagaan Bencana menggema, menandai janji seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2007, kesiapsiagaan ini diharapkan menjadi budaya, bukan sekadar latihan setahun sekali.
Melalui peringatan HKB 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berharap masyarakat semakin cerdas dalam membaca tanda-tanda alam dan tangkas dalam mengambil tindakan penyelamatan secara mandiri sebelum bantuan tiba. (red)








