PADANG, POLIKATA.COM— Semen Padang FC semakin terbenam di zona degradasi setelah takluk 0-2 dari Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League di Stadion H. Agus Salim, Senin (20/4/2026). Kekalahan ini membuat tim berjuluk Kabau Sirah tersebut tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Semen Padang sebenarnya mencoba tampil agresif sejak menit awal demi mengincar poin penuh untuk keluar dari zona merah. Namun, penyelesaian akhir yang buruk dan koordinasi pertahanan yang longgar menjadi masalah utama tim asuhan Imran Nahumarury.
Laskar Kalinyamat berhasil mencuri keunggulan di babak pertama melalui serangan balik cepat. Pada menit 37, Rendi Saepul membuka skor menjadi 1-0 setelah memanfaatkan umpan matang di dalam kotak penalti.
Dan, di menit 45, menjelang turun minum, Persijap mendapatkan hadiah penalti yang berhasil dieksekusi dengan tenang oleh Carlos França, mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, Semen Padang melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Kasim Botan dan Armando Oropa untuk meningkatkan daya gedor. Meski menguasai penguasaan bola, serangan mereka cenderung tidak berbahaya dan mudah dipatahkan barisan pertahanan Persijap. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 untuk keunggulan tim tamu tetap bertahan.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Persijap Jepara untuk menjauh dari ancaman degradasi, sementara Semen Padang kini berada dalam situasi kritis di sisa kompetisi.
Semen Padang selanjutnya dijadwalkan akan bertandang ke markas Borneo FC pada 25 April 2026, sebuah laga yang wajib dimenangkan jika ingin menjaga asa bertahan di kasta tertinggi. (red)












