SOLOK KOTA, POLIKATA.COM – Di tengah bayang-bayang ancaman kekeringan ekstrem, Wali Kota Solok mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan pada Kamis (16/4/2026). Langkah “jemput bola” ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dan keluh kesah para petani yang mulai cemas menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan melanda kawasan tersebut.
Bertempat di area persawahan, Wali Kota berdialog langsung dengan warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Suasana diskusi berlangsung hangat namun serius; para petani menyampaikan kekhawatiran utama mereka, yakni krisis pasokan air irigasi yang dapat memicu gagal panen dan mengancam ketahanan pangan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solok menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Berdasarkan proyeksi meteorologi, fenomena El Nino—yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik—diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering, panas, dan panjang mulai April hingga Oktober 2026.
“Kami sangat memahami kekhawatiran bapak dan ibu sekalian. El Nino bukan tantangan yang ringan, namun pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah antisipasi,” ujar Wali Kota di hadapan para petani.
Sebagai solusi konkret, Pemerintah Kota Solok berkomitmen untuk melakukan percepatan optimalisasi pengelolaan air. Langkah strategis yang akan diambil meliputi perbaikan jaringan irigasi yang rusak serta pemberlakuan sistem pengaturan pembagian air yang lebih ketat dan adil.
Upaya ini diharapkan dapat memastikan setiap jengkal sawah di Kota Solok tetap mendapatkan pasokan air yang cukup, meskipun cuaca ekstrem melanda. Wali Kota berharap dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, dampak buruk El Nino dapat diminimalisir demi menjaga stabilitas ekonomi para petani. (red)












