BeritaDaerahHeadlinePayakumbuhSumatera Barat

Ancaman El Nino ‘Godzilla’ di Depan Mata, Payakumbuh Siaga Satu Kemarau Ekstrem

×

Ancaman El Nino ‘Godzilla’ di Depan Mata, Payakumbuh Siaga Satu Kemarau Ekstrem

Sebarkan artikel ini
RAPAT KHUSUS- Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Payakumbuh, Devitra, mengikuti koordinasi intensif bersama Kepala BMKG, Kepala BNPB, dan Astamaops Polri melalui video konferensi di Command Center Polres Payakumbuh, Selasa (14/4/2026), untuk menghadapi ancaman fenomena El Nino ' Godzila'.

PAYAKUMBUH, POLIKATA.COM – Ancaman fenomena iklim ekstrem “El Nino Godzilla” yang diprediksi melanda tahun ini direspon cepat oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Menyikapi arahan pusat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini tengah menyusun benteng pertahanan untuk menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan air masyarakat.

Langkah ini diambil usai Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Payakumbuh, Devitra, mengikuti koordinasi intensif bersama Kepala BMKG, Kepala BNPB, dan Astamaops Polri melalui video konferensi di Command Center Polres Payakumbuh, Selasa (14/4/2026).

Devitra mengungkapkan bahwa sebutan “Godzilla” merujuk pada intensitas El Nino yang luar biasa, di mana kenaikan suhu permukaan laut bisa mencapai 2–3 derajat di atas normal. Dampaknya pun bukan main-main: kemarau yang jauh lebih kering dan durasi yang lebih panjang.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Kursi Roda Elektrik untuk Hannan, Bocah Lumpuh akibat Tumor Tulang Belakang di Padang Panjang

“Sesuai instruksi Wali Kota Zulmaeta, kami diminta bergerak sedini mungkin. Prediksinya, Sumatera Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada Juni nanti, dengan puncaknya di bulan Agustus 2026. Kita harus siap sebelum itu terjadi,” tegas Devitra.

Menghadapi tantangan ini, BPBD telah memetakan sejumlah langkah mitigasi strategis. Di sektor pertanian, pemerintah mendorong percepatan masa tanam sebelum defisit air mencapai titik kritis. Penggunaan varietas padi berumur pendek (genjah) dan sistem pompanisasi menjadi prioritas agar petani terhindar dari risiko gagal panen.

Selain pangan, ketersediaan air bersih menjadi perhatian utama. Audit irigasi dan normalisasi embung akan segera digenjot. “Kita juga mengaktifkan Satgas Karhutla untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat drastis saat kemarau panjang,” tambahnya.

Baca Juga  Satpol PP Kota Padang Awasi PKL yang masih Membandel Jualan di Lokasi Terlarang

Dari sisi kesehatan, Devitra mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman penyakit ISPA dan dehidrasi. Ia mengimbau masyarakat untuk mulai membudayakan hemat air, membangun sumur resapan, serta dengan tegas melarang pembukaan lahan dengan cara membakar.

Guna memastikan langkah mitigasi berjalan mulus, Pemkot Payakumbuh juga menyiapkan dukungan anggaran melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Dana ini disiapkan untuk intervensi darurat, seperti distribusi air bersih serta pengawasan stok pangan di pasar agar harga tetap stabil.

“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG secara real-time. Tujuannya satu, memastikan dampak El Nino bisa ditekan seminimal mungkin sehingga masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Devitra. (red)