PADANG, POLIKATA.COM— Suasana malam di kawasan Monumen Padang IORA tampak semarak selama libur Lebaran. Terletak di Pantai Purus, lokasi ini dipadati wisatawan dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati suasana pantai sekaligus berwisata kuliner.
Lampu-lampu hias, deretan kafe, serta wahana permainan menjadi daya tarik utama kawasan ini di malam hari. Pengunjung tampak memadati area duduk santai sambil menikmati angin laut yang sejuk.
Salah seorang wisatawan asal Dharmasraya, Cinta Ekarianti, mengaku sengaja memilih kawasan ini sebagai tujuan liburan bersama keluarga.
“Jalan-jalan di libur Lebaran, kami ke sini ke pantai bareng keluarga. Yang utama ke tapi lawik (Taplau) ini karena tempatnya seru, banyak mainannya, ada kafe-kafe buat nongkrong. Cukup nyaman, fasilitasnya juga banyak tempat duduk-duduk,” ujarnya, Senin (23/3).
Ramainya kunjungan ini menunjukkan kawasan Pantai Purus, khususnya Monumen Padang IORA, terus menjadi salah satu destinasi favorit wisata malam di Kota Padang.
Buayan Kaliang di Bungus, Simbol Kemenangan Setelah Sebulan Berpuasa
Memasuki Hari Raya Idul Fitri, kawasan Kayu Aro, Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, berubah menjadi riuh. Daya tarik utamanya bukanlah wahana modern, melainkan Buayan Kaliang, sebuah ayunan tradisional yang digerakkan secara manual oleh tenaga manusia.
Bagi masyarakat setempat, Buayan Kaliang bukan sekadar permainan. Ia adalah simbol perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Keberadaannya yang hanya muncul satu kali dalam setahun, yakni saat lebaran menjadikan momen ini sebagai agenda wajib yang paling dirindukan, terutama bagi para perantau yang baru saja menginjakkan kaki kembali di ranah Minang.
Suasana di Kayu Aro selalu terpantau padat setiap harinya selama libur lebaran. Gelak tawa anak-anak yang menaiki ayunan kayu raksasa tersebut menyatu dengan riuh rendah percakapan antarwarga yang saling melepas rindu.
“Ini adalah jantungnya lebaran di Bungus. Tanpa Buayan Kaliang, rasanya seperti ada yang kurang dalam tradisi mudik kami,” ujar Wiki, salah seorang warga setempat.
Pemerintah setempat dan warga sekitar pun menyulap kawasan ini menjadi destinasi wisata keluarga yang lengkap. Tidak hanya terpaku pada Buayan Kaliang, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti, wisata kuliner, area bermain anak, pojok mewarnai bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas.
Kemeriahan ini membuktikan bahwa tradisi lokal yang dirawat dengan baik mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus perekat hubungan sosial antarwarga. Bagi Anda yang sedang berada di Padang, menikmati sore di Bungus Barat sambil melihat putaran manual Buayan Kaliang adalah cara terbaik untuk merasakan esensi lebaran yang sesungguhnya. (red)












