BeritaHeadlinePesisir Selatan

Sidak ke Pulau Semangki Gadang dan  Semangki Ketek, Wabup Pessel Kecewa: Proyek Strategis Miliaran Rupiah Terbengkalai 

×

Sidak ke Pulau Semangki Gadang dan  Semangki Ketek, Wabup Pessel Kecewa: Proyek Strategis Miliaran Rupiah Terbengkalai 

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI PULAU- Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan wisata Pulau Semangki Gadang dan Pulau Semangki Ketek pada akhir pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Wabup mengaku kecewa menemukan proyek strategis senilai miliaran rupiah kini dalam kondisi terbengkalai dan rusak berat.

PESSEL, POLIKATA.COM- Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan wisata Pulau Semangki Gadang dan Pulau Semangki Ketek pada Minggu (15/03/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wabup mengaku kecewa menemukan proyek strategis senilai miliaran rupiah kini dalam kondisi terbengkalai dan rusak berat.

‎Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran Dinas Pariwisata, Perikanan, Perkimtan LH, dan Dinas Perhubungan, untuk meninjau langsung aset daerah yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

‎Pemerintah Daerah mencatat bahwa pada tahun 2022, kawasan ini telah menyerap anggaran sebesar Rp4,7 miliar untuk membangun berbagai fasilitas mulai dari gazebo, jalan kawasan, mushalla, toilet, hingga kios kuliner. Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang dikucurkan.

Baca Juga  Jumat Curhat di Nagari Maek: Kapolres 50 Kota Ajak Warga Bijak Medsos dan Jaga Harmoni

‎“Tahun 2022 lebih kurang Rp4 miliar lebih anggaran pembangunan di Pulau Semangki. Tetapi setelah selesai tidak terurus dengan baik, sehingga kondisi sekarang tidak bisa dimanfaatkan karena rusak berat,” tegas Risnaldi di sela-sela peninjauan.

‎Wabup menyayangkan pola pembangunan yang tidak dibarengi dengan konsep pengelolaan yang jelas. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah, bukan berakhir menjadi bangunan yang lapuk dimakan usia karena tidak terawat.

‎Meski fasilitas pendukungnya hancur, Risnaldi mengakui bahwa secara alami, Pulau Semangki adalah “permata” yang luar biasa. Dengan pasir putih yang bersih, air laut yang jernih, dan spot memancing yang melimpah, pulau ini memiliki daya saing tinggi.

Baca Juga  SE2026: Bupati JKA Dukung Pendataan Objektif dan Akurat Sebagai Pijakan Pembangunan

‎Aksesibilitasnya pun sangat strategis. Dari Pelabuhan Penasahan, wisatawan hanya membutuhkan waktu 10 menit perjalanan menggunakan perahu untuk sampai ke lokasi.

‎”Luar biasa indahnya. Masalah utamanya bukan pada potensi alam, melainkan pada pengelolaan, promosi, dan bagaimana kita membungkusnya sebagai destinasi wisata,” tambahnya.

‎Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen untuk menggarap ulang potensi Pulau Semangki dengan konsep yang lebih matang. Tujuannya agar pembangunan di masa depan tidak lagi menjadi proyek mubazir, melainkan mesin penggerak ekonomi bagi warga sekitar.

‎”Mudah-mudahan ke depan bisa kita garap secara maksimal. Kita ingin konsep pembangunan tanpa pengelolaan seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Risnaldi. (*)