JAKARTA, POLIKATA.COM – Kabupaten Dharmasraya dipastikan menjadi salah satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) setelah Bupati Annisa Suci Ramadhani, menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Penandatanganan tersebut disaksikan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharnyoto, serta Deputi Bidang Pendidikan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ojat Darojat. Dalam agenda tersebut, Bupati Annisa juga turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza.
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan program strategis nasional di bidang pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026. Sekolah ini dirancang sebagai pusat keunggulan pendidikan dengan menerapkan kurikulum berstandar internasional berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), diperkuat dengan penguasaan berbagai bahasa serta pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter dan daya saing global. SNT akan menyelenggarakan pendidikan secara terintegrasi mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Setiap daerah memperoleh alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp250 miliar yang sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Hingga saat ini, baru 16 kabupaten/kota yang telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi melalui penandatanganan NPHD, termasuk Kabupaten Dharmasraya, sementara daerah lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi.
Di Kabupaten Dharmasraya, SNT akan dibangun di kawasan Sport Center Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, pada lahan milik Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Lokasi tersebut dipilih karena berada di kawasan yang strategis dan relatif berada di tengah wilayah kabupaten, sehingga diharapkan memberikan akses yang lebih merata bagi peserta didik dari seluruh kecamatan untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.
Keberhasilan Dharmasraya menjadi salah satu daerah penerima pembangunan SNT merupakan hasil sinergi dan komunikasi intensif Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan pemerintah pusat. Kehadiran SNT sekaligus melengkapi keberadaan Sekolah Rakyat yang telah berdiri di Pulau Punjung dan dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi angkatan pertamanya.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Bupati Annisa Suci Ramadhani menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah melalui berbagai program, termasuk Program Unggulan Dharmasraya Juara.
Hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat upaya mencetak generasi Dharmasraya yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)












