Berita

Pemkab Agam Gelar 20 Kali Gerakan Pangan Murah di 16 Kecamatan

×

Pemkab Agam Gelar 20 Kali Gerakan Pangan Murah di 16 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Dinas Ketahanan Pangan Agam Buka Kios Subsidi di GOR
STABILKAN HARGA— Untuk mengatasi lonjakan harga sembako, Pemkab Agam mengadakan 20 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di 16 kecamatan. Selain itu, ada juga Kios Pangan murah setiap minggu di Halaman Dinas Ketahanan Pangan dan GOR Rang Agam.

AGAM, POLIKATA.COM— Pemerintah Kabupaten Agam mengadakan sebanyak 20 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di 16 kecamatan dalam mengatasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok di daerah itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira  mengatakan gerakan pangan murah itu diadakan satu sampai dua kali per kecamatan. “Ada beberapa kecamatan kita adakan gerakan pasar murah dua kali per kecamatan,” katanya.

Ia mengatakan gerakan pangan murah tersebut disediakan berupa bahan kebutuhan pokok yang disubsidi.

Baca Juga  Semen Padang FC Dapat Suntikan Moral, Dayu Koto Rilis Lagu Rap 'Kabau Sirah' Jelang Liga 2

Sementara bahan kebutuhan pokok disediakan berupa beras varitas lokal dengan harga Rp15,5 ribu per kilogram, Minyakita Rp15,5 ribu per liter, telur ayam ras Rp47 ribu per papan, gula pasir Rp17,5 ribu per kilogram dan lainnya.

“Bahan kebutuhan pokok tersebut kita subsidi dan harga yang dijual dibawah pasar,” katanya.

Ia mengatakan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam juga mengadakan gerakan pangan murah setiap minggunya di halaman Dinas tersebut.

Setelah itu menyediakan kios pangan di Gelanggang Olahraga (GOR) Rang Agam dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok yang disubsidi dan barang industri.

Baca Juga  Inovasi HaloPUSPAGA Dharmasraya: Solusi Rahasia Konseling Keluarga Tanpa Malu

Ini dalam rangka untuk stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, karena ada harga pembanding dan pedagang tidak semena-mena menaikkan harga.

Khusus kios pangan, tambahnya jual beli sebesar Rp7 juta sampai Rp8 juta setiap minggunya. “Dengan adanya gerakan pangan murah dan kios pangan, maka harga bisa normal nantinya,” katanya. (*)