BeritaHeadlinePadang

Padang Siaga Cuaca Ekstrem: BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang di 11 Kecamatan

×

Padang Siaga Cuaca Ekstrem: BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang di 11 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang di 11 Kecamatan
PANDUAN KESELAMATAN BADAI— Infografis panduan mitigasi bencana hidrometeorologi menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG untuk wilayah Kota Padang, Senin (20/7/2026). BPBD Kota Padang mengimbau warga di 11 kecamatan terdampak untuk melakukan persiapan mandiri di rumah, menghindari area rawan seperti pohon besar dan baliho saat berada di jalan, serta segera menghubungi pusat panggilan darurat bebas pulsa di nomor 112 jika menemukan kondisi darurat.

PADANG, POLIKATA.COM— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kota Padang pada Senin (20/7/2026) siang. Sebagian besar wilayah ibu kota Provinsi Sumatra Barat ini diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Berdasarkan data pembaruan cuaca BMKG pukul 12.00 WIB, potensi cuaca ekstrem ini mulai terkonsentrasi pada pukul 12.10 WIB. Titik awal pergerakan cuaca buruk terdeteksi di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan dan Pauh.

Namun, kondisi ini diprediksi meluas dengan cepat ke sembilan kecamatan lainnya di Kota Padang. Wilayah yang masuk dalam zona kewaspadaan meliputi Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah. Fenomena cuaca ini diperkirakan terus berlangsung setidaknya hingga pukul 14.10 WIB.

Merespons ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang langsung mengambil langkah cepat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, mengeluarkan imbauan resmi terkait mitigasi bencana hidrometeorologi. Ia meminta warga untuk menghindari area-area rawan selama hujan deras mengguyur.

Baca Juga  Pohon Mahoni 15 Meter Tumbang di Sawahan, TRC Satpol PP Padang Gerak Cepat Sapu Bersih Blokade Jalan!

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, genangan air, banjir, longsor di daerah perbukitan, serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan,” ujar Ricky.

Ricky juga mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang melanda. Jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Selain langkah antisipasi mandiri, BPBD menekankan pentingnya kecepatan pelaporan dari masyarakat untuk meminimalisasi dampak bencana. Warga diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi palsu (hoaks) terkait kondisi kebencanaan.

Jika masyarakat menemukan kondisi darurat—seperti pohon tumbang yang menghalangi jalan, genangan air yang meninggi, atau ancaman longsor—laporan dapat segera diteruskan ke pusat panggilan darurat bebas pulsa di nomor 112. Melalui layanan ini, tim gabungan di lapangan akan langsung melakukan penanganan terpadu.

“Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi melalui kanal-kanal yang dikelola oleh BMKG dan BPBD,” pungkas Ricky.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, juga sudah mengingatkan warga untuk mengantisipasi dampak buruk dari bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem memicu risiko genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Baca Juga  Bata Interlock Semen Padang: Kapasitas Produksi Sepablock Naik Drastis

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama dalam mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di wilayah yang rawan,” ujar Hendri.

Hendri juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan mandiri yang dimulai dari tingkat keluarga. BPBD meminta warga memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik.  “Warga disarankan untuk tetap tenang, membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, dan terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi guna memastikan keamanan bersama selama hujan berlangsung,” tambahnya.

Selain pemukiman, risiko keselamatan juga mengintai para pengguna jalan raya. BPBD mengingatkan para pengendara untuk meningkatkan konsentrasi selama perjalanan akibat jalanan licin dan risiko ambruknya pohon pelindung jalan akibat hempasan angin kencang.

“Pengendara yang sedang dalam perjalanan diminta untuk lebih berhati-hati terhadap jalan yang licin serta potensi pohon tumbang akibat hembusan angin,” tutup Hendri. (*)