SOLOK, POLIKATA.COM – Pemerintah Kota Solok terus memperkuat sinergi lintas sektoral demi menjaga stabilitas pasokan pangan daerah. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, saat menghadiri Panen Raya dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan Nasional Wilayah Kodim 0309/Solok di hamparan Sawah Solok, Jumat (17/7/2026).
Acara ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan menjadi simbol kolaborasi solid antara Pemkot Solok, TNI, Polri, instansi vertikal, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Momentum panen tersebut sekaligus dirangkai dengan persiapan video conference bersama Presiden Republik Indonesia dalam agenda Panen Raya Nasional.
Dalam sambutannya, Wawako Suryadi Nurdal menyampaikan apresiasi tertinggi kepada jajaran Kodim 0309/Solok yang terus aktif mengawal dan mendampingi para petani di lapangan. Sektor pertanian dipastikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan Kota Solok di tengah tantangan iklim dan dinamika ekonomi global.
Sebagai wujud komitmen konkret, pemerintah daerah menyerahkan bantuan berupa tiga unit pompa air serta bantuan untuk dua kegiatan Air Pom kepada Kelompok Tani Panca Usaha.
Bantuan ini diharapkan mampu memitigasi kendala irigasi, mengatasi krisis ketersediaan air, dan menggenjot produktivitas lahan secara jangka panjang.
Suryadi mengingatkan seluruh pihak tentang beratnya perjuangan para petani yang berhadapan langsung dengan ketidakpastian cuaca, serangan hama, hingga fluktuasi harga pasar. Menurutnya, kesejahteraan petani adalah kunci utama kedaulatan bangsa.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian untuk memikat generasi muda agar tidak lagi memandang profesi petani sebagai pekerjaan yang tertinggal. Pemkot Solok berkomitmen terus mendorong penerapan teknologi pertanian yang efisien guna menciptakan iklim agribisnis yang menjanjikan bagi pemuda daerah.
“Jika sawah terpelihara, maka pangan terjaga. Jika petani sejahtera, maka daerah akan semakin kuat,” pungkas Suryadi menutup arahannya dengan ajakan gotong royong kepada seluruh elemen masyarakat. (*)






