PADANG, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota Padang mengambil langkah progresif dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu. Lewat kebijakan terbaru, Pemkot mendorong keterlibatan ayah secara lebih aktif dalam momen penting pendidikan anak sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat secara emosional dan mental.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerbitan Surat Edaran (SE) Nomor 400.13.1/104/DP3AP2KB-PDG/2026 yang mengimbau para ayah atau wali ayah untuk mengambil rapor anak secara langsung serta mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Langkah tersebut menegaskan bahwa pengasuhan anak bukan semata tanggung jawab ibu. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, rasa aman, serta perkembangan psikologis.
Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menegaskan keterlibatan ayah dalam aktivitas sekolah dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak.
Menurut Boby, kehadiran ayah secara fisik pada momentum penting persekolahan mampu membangun kedekatan emosional yang kuat sekaligus menepis stigma bahwa pengasuhan hanya menjadi peran ibu.
Program ini juga menjadi salah satu strategi untuk menekan fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa keterlibatan aktif figur ayah dalam pengasuhan.
“Kehadiran ayah secara fisik di sekolah mampu menciptakan kedekatan emosional yang kuat. Hal ini berpengaruh positif terhadap peningkatan rasa percaya diri, memberikan rasa nyaman, serta membangun kesiapan mental anak dalam menjalani proses belajar,” ujar Boby, Kamis (18/6/2026).
Dalam surat edarannya, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan gerakan ini menyasar seluruh ayah yang memiliki anak di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.
Pemko Padang juga mengantisipasi kemungkinan benturan antara kewajiban mengantar anak dan jam kerja para ayah. Karena itu, ayah atau wali yang berpartisipasi dalam gerakan ini akan diberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja, dengan mekanisme yang disesuaikan berdasarkan regulasi internal instansi atau tempat kerja masing-masing.
Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak di SD Negeri 04 Tarandam
Jumat (19/6/2026), di SDN 04 Tarandam, di tiap kelas, ayah terlihat mendampingi anak. Gerakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
Kepala SD Negeri 04 Tarandam, Erizefni, mengatakan pembagian rapor kali ini secara khusus mengimbau para ayah untuk hadir langsung ke sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah positif dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.
“Pada hari ini kami melaksanakan pembagian rapor dengan harapan yang datang mengambil rapor adalah ayah. Ini sesuai dengan edaran pemerintah yang juga diperkuat oleh edaran Wali Kota Padang,” ujarnya.
Ia menilai selama ini komunikasi antara sekolah dan orang tua lebih banyak diwakili oleh ibu. Dengan adanya gerakan tersebut, ayah diharapkan ikut berperan aktif dalam mendampingi proses pendidikan anak.
“Anak akan merasa memiliki figur ayah yang mendukung pendidikannya. Selain itu, terjalin kolaborasi yang lebih baik antara ayah, wali kelas, dan pihak sekolah sehingga diharapkan pendidikan di Kota Padang semakin maju dengan meningkatnya keterlibatan para ayah,” tambah Erizefni.
Salah seorang wali murid, Metroponi, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran ayah di sekolah memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan kepercayaan diri anak.
“Alhamdulillah, dengan program ini jalinan antara ayah dan anak menjadi lebih erat serta membuat rasa percaya diri anak semakin bertambah. Semoga ke depan program seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Ia juga mengajak para ayah untuk meluangkan waktu menghadiri kegiatan sekolah meskipun memiliki kesibukan pekerjaan.
“Sesibuk apa pun seorang ayah, untuk buah hati kita sebaiknya tetap menyempatkan hadir. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi dari kegiatan seperti ini kita juga bisa mengetahui perkembangan anak selama belajar di sekolah,” tuturnya. (red)







