BeritaDaerahSawahlunto

Sawahlunto Sambut 1448 H, Ribuan Warga Padati Festival Grebeg Suro di Taman Silo

×

Sawahlunto Sambut 1448 H, Ribuan Warga Padati Festival Grebeg Suro di Taman Silo

Sebarkan artikel ini
FESTIVAL GREBEK SURO- Earga antusias menyaksikan Festival Muharram Grebeg Suro dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Paguyuban Ki Sapu Jagad di Taman Silo Sawahlunto, Selasa (16/6/2026). Festival tersebut menjadi salah satu wujud keberagaman dan akulturasi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, POLIKATA.COM — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra membuka Festival Muharram Grebeg Suro dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Paguyuban Ki Sapu Jagad di Taman Silo Sawahlunto, Selasa (16/6/2026).

Festival tersebut menjadi salah satu wujud keberagaman dan akulturasi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Sawahlunto. Berbagai tradisi ditampilkan dalam rangkaian kegiatan, antara lain pawai budaya, pembagian gunungan berisi hasil bumi, pembersihan benda pusaka, tausiah, dan sejumlah kegiatan sosial budaya lainnya.

Grebeg Suro tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-14. Konsistensi pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang hidup berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat Sawahlunto.

Baca Juga  Pawai Obor Idul Adha 2026 Pasaman Barat Meriah: Diiringi Gandang Tambua hingga Keliling Kota

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memberi ruang dan dukungan bagi komunitas-komunitas budaya untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya penting sebagai upaya menjaga identitas dan warisan tradisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi, memperkuat kebersamaan, dan memperkaya daya tarik Kota Sawahlunto.

Festival tersebut juga menarik kunjungan peserta touring dari berbagai daerah seperti Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Barat. Karena itu, Pemerintah Kota Sawahlunto memandang kegiatan budaya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat memiliki nilai tambah dalam menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kuliner, perdagangan, dan jasa yang memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan masyarakat dan wisatawan. (red)