Lifestyle

8 Metode Seleksi Karyawan yang Paling Sering Diterapkan oleh HR Perusahaan

×

8 Metode Seleksi Karyawan yang Paling Sering Diterapkan oleh HR Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi

POLIKATA.COM – Untuk mendapatkan kandidat karyawan yang terbaik, maka penting untuk mengetahui metode seleksi karyawan yang tepat. Untuk mengetahui apa saja metode tersebut, mari simak beberapa penjelasan singkatnya seperti yang ada di bawah ini!

Metode Seleksi Karyawan yang Harus Anda Tahu

Dalam proses menyeleksi calon karyawan baru, pihak HR akan sering menggabungkan beberapa metode seleksi tertentu seperti seleksi dokumen hingga wawancara. Bahkan, ada pula beberapa perusahaan yang turut serta menambahkan tes kepribadian dan kemampuan diri untuk memperketat penyaringan. Nah, berikut ini adalah beberapa metode seleksi karyawan yang bisa diterapkan untuk memperoleh kandidat yang memenuhi kualifikasi.

1. Tes Integritas

Metode seleksi karyawan yang pertama adalah dengan melangsungkan tes integritas yang berguna untuk mengukur kecenderungan terhadap perilaku seseorang dengan lebih spesifik. Tes integritas akan sangat membantu untuk mengetahui bagaimana sikap dan pengalaman yang dimiliki oleh karyawan tersebut ketika bekerja di perusahaan.

Hal ini juga memiliki kaitan erat untuk membantu agar HR mengetahui apakah individu tersebut bersifat jujur yang bisa dipercaya untuk melakukan berbagai hal di kemudian hari. Apabila calon karyawan tersebut memenuhi tes integritas dengan baik dan menjanjikan, tentunya hal itu memberikan tanda bahwa dia sudah siap untuk menduduki posisi di perusahaan.

Tidak hanya itu, namun tes integritas umumnya akan diajukan langsung oleh para perekrut dalam bentuk pertanyaan yang bersifat rahasia dan terbuka. Dengan begitu, maka nantinya HR dapat melihat sendiri tingkat kejujuran dari kandidat melalui informasi yang sudah mereka lontarkan.

2. Memeriksa Latar Belakang

Menjadi seorang perekrut tentunya harus mengetahui lebih jelas mengenai latar belakang yang dimiliki oleh calon karyawan. Metode seleksi karyawan yang satu ini bisa dilakukan dengan cara meminta calon karyawan untuk menyertakan referensi yang berasal dari perusahaan atau tempat mereka bekerja sebelumnya.

Nantinya, HR akan menghubungi nomor atau kontak perusahaan lama individu tersebut untuk melakukan pengecekan sekaligus untuk membuat suatu perkiraan mengenai kemampuan yang dimiliki oleh pelamar tersebut. Selain melalui referensi, umumnya HR juga akan melakukan background check ini dengan melihat media sosial yang dimiliki oleh seseorang.

Dari media sosial tersebut, pihak HR bisa mendapatkan gambaran tersendiri yang berkaitan mengenai karakter yang dimiliki oleh pelamar tersebut. Oleh karena itu, usahakan untuk menanyakan lebih lanjut mengenai akun media sosial yang mereka punya agar proses ini bisa dilakukan dengan mudah.

Baca Juga  Rumah dan Kehidupan Sehari-hari: Panduan Lengkap untuk Hidup Nyaman dan Berkualitas

3. Tes Kemampuan

Tes yang paling penting dan berguna untuk melihat kemampuan yang dimiliki oleh pelamar adalah melakukan tes kemampuan. Tes yang satu ini akan menunjukkan seberapa baik kemampuan si pelamar ketika berhadapan dengan pekerjaan yang nantinya akan mereka hadapi saat sudah diterima di kantor.

Umumnya, tes kemampuan yang diajukan oleh perusahaan berupa pertanyaan pilihan ganda, seperti tes verbal, kemampuan membaca, penalaran, dan matematika. Untuk menyaring kandidat, maka perlu menerapkan nilai minimum untuk menjadi lebih mudah dalam mengeliminasi kandidat yang tidak memenuhi target minimum tersebut.

Namun, nilai minimum itu bergantung pada jumlah pelamar yang memiliki minat untuk mengikuti tes kemampuan. Apabila rasio pelamar ternyata rendah, maka nilai minimum tersebut bisa ditingkatkan sehingga bisa meningkatkan jumlah pelamar yang melebihi kualifikasi.

Tentunya, tes tersebut akan sangat membantu ketika sedang ingin melakukan pengukuran kemampuan karyawan. Tes kemampuan ada baiknya dipilih berdasarkan pada analisis pekerjaan yang sudah ada secara berhati-hati, sehingga nantinya bisa mengetahui apa saja kemampuan yang memang dibutuhkan untuk posisi pekerjaan itu.

4. Tes yang Berkaitan dengan Pekerjaan

Bisa dikatakan bahwa metode seleksi karyawan yang ini berguna untuk menggali seluruh informasi yang dimiliki oleh sang pelamar. Segala pengetahuan yang hendak diujikan itu tentunya harus memiliki kaitan erat dengan kemampuan yang mereka miliki dan sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan pekerjaan.

Salah satu contohnya yaitu apabila calon kandidat sedang melamar posisi sebagai seorang business development. Untuk memenuhi posisi tersebut, tentunya mereka harus memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan kondisi pasar dan menyesuaikan diri dengan industri perusahaan yang sedang dilamar.

Contoh lainnya yaitu ketika sedang ada proses rekrutmen sebagai seorang penerjemah bahasa asing. Maka, mereka wajib memahami bahasa yang dibutuhkan dan hal itu dibuktikan dengan contoh pekerjaan serta sertifikat yang bisa dipertanggung jawabkan dengan legal.

5. Adakan Praktik Kerja

Pemberian praktik kerja secara langsung untuk pekerjaan yang hendak dilamar juga bisa menjadi metode seleksi karyawan yang dapat dilakukan. Tes ini mengharuskan pelamar untuk melakukan demonstrasi pekerjaan yang khusus bagi mereka dan harus segera dilakukan. Bentuk dari tes ini akan mengukur kemampuan pelamar sehingga bisa melaksanakan bagian pekerjaan yang mereka miliki.

Baca Juga  Rumah dan Properti: Panduan Lengkap Membeli, Merawat, dan Berinvestasi

Misalnya, apabila praktiknya nanti harus memperbaiki bagian komputer, bengkel, dan lain-lain. Praktik tersebut akan melihat kemampuan melamar saat mereka hendak mengerjakan pekerjaan yang dimiliki, sehingga hal ini termasuk menguji pengetahuan dan keahlian mereka mengenai suatu hal.

6. Identifikasi Learning Agility

Kemampuan seseorang untuk bisa beradaptasi di tempat yang baru sering disebut sebagai learning agility. Jika kandidat semakin beradaptasi dengan cepat, maka mereka pun juga akan semakin cepat pula untuk mengatasi segala permasalahan dan situasi yang nantinya akan terjadi.

Agar bisa mengidentifikasi learning agility ini, maka HR bisa mencoba untuk meminta kandidat agar bisa menjelaskan bagaimana cara mereka untuk beradaptasi di lingkungan pekerjaan yang baru. Hal ini penting sebab alur kerja organisasi akan terus mengalami perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu, sehingga kandidat harus bisa beradaptasi dengan seluruh perubahan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

7. Tes Kemampuan Fisik

Terdapat beberapa pekerjaan yang menuntut para pegawai untuk memiliki tubuh dan fisik yang mumpuni agar bisa mengatasi permasalahan dengan tepat. Beberapa pekerjaan tersebut seperti atlet, bodyguard, stuntman, konstruksi, dan lain sebagainya. Perusahaan tentu harus memastikan bahwa mereka memiliki fisik yang kuat agar bisa bekerja dengan baik.

Tes kemampuan fisik menjadi metode yang paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang sehat dan tidak memiliki kelemahan dalam fisiknya. Dengan hal ini, maka bisa menghindari beberapa kejadian yang tidak diinginkan saat bekerja.

8. Sesi Wawancara

Metode seleksi karyawan yang terakhir adalah dengan melakukan sesi wawancara secara terstruktur. Pada saat wawancara, perusahaan akan menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan atau kepribadian yang dimiliki oleh karyawan. Proses ini biasanya dilakukan dengan mengundang kandidat langsung ke kantor, namun ada pula yang melakukan wawancara melalui metode lain seperti video conference atau telepon.

Seperti yang sudah diketahui, metode seleksi karyawan memang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya. Akan tetapi, esensi dari seluruh metode tersebut sebenarnya hanya satu, yakni untuk memenuhi kebutuhan dari lowongan pekerjaan tertentu sehingga perlu tes yang terukur dan sistematis. Dengan tim yang baik, maka perusahaan pun dapat memaksimalkan tingkat produktivitas dengan efektif pula.